Home » Berita » Pengamat Otomotif: Pembatasan Kendaraan Banyak Imbasnya

Pengamat Otomotif: Pembatasan Kendaraan Banyak Imbasnya

Mengendarai mobil manual saat mudik
Kemacetan di Jakarta menyebabkan polusi meningkat.

Jakarta – Pemerintah DKI Jakarta sedang mengusulkan untuk membatasi usia kendaraan. Hal ini tentunya menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Pembatasan kendaraan ini dinilai bukanlah hal yang paling efektif dalam memperbaiki kualitas lingkungan saat ini. Polusi udara menjadi alasan terkuat dari pembatasan usia kendaraan.

Melihat hal tersebut, M Wahab, Pengamat Otomotif mengatakan jika hal tersebut sebaiknya ditinjau ulang. Wahab mengatakan akan ada efek positif dan negatif jika hal tersebut benar-benar direalisasikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Dampak bisa teknis dan non teknis. Dampak teknis adalah contohnya mobil baru akan menghasilkan gas buang yang lebih baik dibanding mobil lama,” buka Wahab di Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

Wahab mengatakan jika efek yang akan terjadi dari pembatasan usia kendaraan ini akan cukup banyak. “Tapi dari sisi ekonomi, kalau dibatasi dengan mobil-mobil lama tidak boleh beredar, artinya pergerakan orang juga akan merasa dibatasi. Apakah ini ada dampak ke sisi ekonomi atau tidak. Tinggal tujuan utamanya apa sih, apa mengarah ke lingkungan. Karena tidak harus dibatasi juga bisa,” sambungnya.

Lalulintas Macet
Kondisi macet di proyek underpass. Foto/Carmudi Indonesia.

Pikirkan Transportasi Umum

Wahab menilai Pemerintah seharusnya juga memikirkan transportasi umum yang memadai. Karena saat ini banyak orang yang menggunakan transportasi pribadi karena menganggap transportasi umum dinilai belum memadai.

“Kalau sudah siap (memadai), orang akan beralih ke transportasi umum. Hemat, kalau sudah begitu tidak perlu ada pembatasan,” ujar Wahab.

Pembatasan usia kendaraan yang akan dilakukan untuk menekan angka polusi dinilai kurang tepat. Lihat efek domino lain yang akan dihasilkan. Apakah pemerintah mendukung penjualan kendaraan baru agar semakin meningkat, atau pemerintah ingin benar-benar mengurangi polusi udara.

“Otomatis juga masyarakat akan membeli kendaraan baru untuk beraktifitas. Industri motor dan mobil makin naik, efeknya jalanan akan semakin macet juga,” kata pria berkacamata ini.

Beberapa waktu lalu, Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur. Salah satu poin dalam Ingub tersebut adalah adanya wacana pembatasan usia kendaraan seperti yang ada di luar negeri. Hal ini hingga saat ini menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Ada yang setuju dengan hal ini, tetapi tidak sedikit juga yang tidak setuju dengan wacana ini. Harapan Gubernur pada tahun 2025 pembatasan ini bisa mulai diterapkan secara resmi.

Imbas Pembatasan Kendaraan Akan Mengenai Semua Kalangan

Lebih lanjut Wahab menilai jika akan ada banyak masyarakat yang terkena imbas ekonomi dari hal ini. “Transportasi online pasti kena dampak paling besar, seharusnya dikaji ulang lah. Efeknya ada positif dan negatif. Kendaraan berkurang, tapi dilihat lagi transportasi umum sudah bagus apa tidak. Bisa jadi orang belum terima dengan hal ini,” tutur Wahab.

Saat ini banyak masyarakat menggantungkan hidup di jalanan sebagai pengendara transportasi online. Mulai dari ojek online, kurir online, hingga taksi online. Ia menilai jika masyarakat yang bekerja di jalan ini akan terkena imbas paling besar saat pembatasan kendaraan disahkan. Selain pengemudi online, akan ada masyarakat juga yang akan terkena imbas dari pembatasan ini.

Astra Daihatsu Sigra
Previous post
Pasar Mobil Indonesia Lesu, Daihatsu Kena Dampaknya
Eddy Ang
Next post
Rincian Biaya Servis Ringan dan Besar Yamaha NMax, Tidak Bikin Kantong Bolong

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *