Home » Berita » Apa Kabar Proyek Mobil Nasional Indonesia Bersama Proton?

Apa Kabar Proyek Mobil Nasional Indonesia Bersama Proton?

Presiden Jokowi ketika berkunjung ke pabrik Proton di Malaysia (Foto: Paultan)

Kuala Lumpur – Masih ingat wacana proyek mobil nasional Indonesia yang dilakukan bersama Proton pada 2015 lalu? Ya, proyek tersebut sempat menuai kritik tajam dari berbagai pihak karena pemerintah Indonesia lebih memilih bekerja sama dengan perusahaan mobil asal Malaysia. Alih-alih mengembangkan mobil asli buatan Indonesia yang sudah ada seperti Esemka.

Setelah menuai banyak kritik, proyek mobil nasional Indonesia bersama Proton langsung menghilang bak ditelan bumi. Lama tak terdengar, perkembangan teranyar menguak ternyata rencana proyek mobil nasional Indonesia hasil kerjasama antara PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dengan Proton, masih berlangsung sampai sekarang. Hal itu diungkapkan langsung oleh Datuk Seri Syed Faisal Albar, pimpinan Proton.

“Tentu saja. Kami akan melanjutkan diskusi terkait hal tersebut,” katanya sebagaimana dikutip The Edge.

Wacana soal proyek mobil nasional Indonesia dan proyek mobil ASEAN kembali muncul ke permukaan ketika Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, berkunjung ke Indonesia pada akhir Juni lalu. Mahathir sempat membahasnya bersama Presiden Joko Widodo di di Istana Bogor, Jawa Barat.

“Kembali pada tahun 2015, kami telah membahas untuk bersama-sama memproduksi mobil buatan Indonesia dan Malaysia untuk negara-negara Asia Tenggara. Tetapi belum ditindaklanjuti. Sekarang kami sedang mencari untuk menghidupkan kembali proyek ini,” ungkap Mahathir bulan lalu.

Penandatanganan Kerjasama Proyek Mobil Nasional

Tiga tahun lalu bertempat di Kantor Proton, Malaysia, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understansing (MoU) antara PT ACL dengan Proton Malaysia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Chief Executive Officer Proton Datuk Abdul Harith Abdullah dan disaksikan langsung oleh Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hasim.

Sedangkan dari pihak PT ACL pihak PT Adiperkasa Citra Lestari penandatanganan dilakukan oleh Hendropriyono selaku Chief Executive ACL. Penandatanganan disaksikan langsung duta besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Presiden Joko Widodo dan pimpinan Proton yang saat itu dipegang oleh Mahathir Mohamad.

Tidak diketahui isi detail dari MoU tersebut. Namun intinya tentu membahas lebih lanjut terkait proyek mobil nasional Indonesia dan proyek mobil ASEAN.

Kita nantikan saja perkembangan selanjutnya. (dna)

Previous post
Motor Sering Bermasalah, Valentino Rossi Terkenang Masa Kejayaan Yamaha
brand mobil
Next post
2 Brand Mobil Ini Resmi Mengundurkan Diri dari GIIAS 2018