Home » Reviews » Review Toyota Hiace, Sejak Lama Jadi Andalan Mengangkut Rombongan

Review Toyota Hiace, Sejak Lama Jadi Andalan Mengangkut Rombongan

Toyota Hiace
New Toyota Hiace yang sekarang tampil makin mewah (Foto : Carmudi Indonesia/Zie)

Jakarta – Nama Hiace sebenarnya sudah sejak lama hadir di Indonesia, namun sempat vakum beberapa waktu. Minibus andalan Toyota ini sempat masuk pada sekitar 1977-1982 dan baru kembali pada 2017 lalu. Hiace dahulu hadir sebagai mobil pikap dan angkutan penumpang, namun kini berubah menjadi minibus.

Meningkatnya pasar pariwisata di Indonesia perlu diimbangi oleh para pebisnis tour and travel dengan menyediakan kendaraan berukuran tanggung untuk kelompok kecil. Selain daya angkutnya, minibus modern harus terjangkau biaya perawatannya dan kaya fitur.

Toyota Hiace saat itu juga ada yang pikap

Unit Hiace yang masuk ke Indonesia pada generasi keenam berupa minibus angkutan penumpang. Kapasitas angkutnya mencapai 15 orang, sehingga jamak dipakai untuk mobil travel atau angkutan antar kota. Hiace mengedepankan konsep luxury dengan aksen krom pada radiator grille dan fog lamp. Berbeda dari Isuzu Elf, Hiace sudah pakai pintu sliding.

Ini membuat Elf jadi agak kesulitan saat parkir atau berhenti di tempat yang sedikit sempit. Pintu tengah bisa membentur trotoar atau bidang tinggi lain di sisi jalan. Sayangnya, bentuk Hiace yang sudah berupa mobil utuh membuatnya tidak bisa dimodifikasi menjadi long chassis.

Hiace lama masih digunakan sampai sekarang

Kelebihan Hiace dengan pintu geser lebar ini membuat aksesibilitas penumpang sangat mudah. Pada beberapa angkutan premium, kabin Hiace turut disulap dengan segudang fasilitas mewah. Apabila dalam kondisi standar, kabin bagian tengah diisi kursi dengan konfigurasi tiga tempat duduk setiap barisnya dan paling belakang empat kursi penumpang.

Toyota Hiace, Minibus dengan Suspensi Kokoh

Hiace termasuk minibus dengna kaki-kaki tangguh sebab mengandalkan suspensi Double Wishbone with Stabilizer di depan dan Leaf Spring Rigid Axle di belakang. Karakter suspensi ini juga cukup stabil di kecepatan tinggi.

Pemakaian suspensi ini untuk mengakomodasi dimensi mobil yang cukup bongsor. Sayangnya, bantingan suspensi Hiace terutama di bagian belakang menjadi cukup keras. Penumpang jadi kurang nyaman apabila mobil melewati jalan penuh lubang dan gelombang.

Fitur Jempolan di Mobil Travel

Pada umumnya mobil travel atau minibus antar kota tidak banyak memiliki fitur hiburan. Pengemudi atau penumpang hanya bisa menikmati alunan musik dari radio atau CD pada head unit 1DIN bawaan mobil.

Sementara pada Hiace, penumpang di baris pertama atau kedua bisa menikmati suguhan video di head unit touchscreen. Sementara untuk penumpang belakang, bisa menikmati via layar monitor 10 inch di atap. Head unit di minibus ini mengakomodir radio AM/FM, iPod Ready, dan DVD/CD.

Mesin Irit dan Bandel

Toyota Hiace jadi minibus andalan pengusaha travel di Indonesia dan Asia Tenggara

Salah satu faktor yang dicari oleh pengusaha angkutan umum yaitu mesin yang irit dan bandel. Dua faktor tadi sudah dimiliki oleh Hiace yang dibekali mesin serupa Toyota Fortuner. Mesn D-4D 2.5 liter empat silinder ini menghasilkan daya maksimal 102 PS pada level putaran 3600 rpm sedangkan torsi maksimum 300 Nm pada putaran 1200 Rpm.

Karakter mesin pada Hiace memang sudah diubah, tidak lagi agresif untuk berkendara kecepatan tinggi seperti pada Fortuner. Output tenaganya memang diperkecil, lantas dikonversi untuk torsi lebih besar. Perawatannya terbilang mudah dengan suku cadang melimpah khas Toyota.

Pengereman dan Fitur Keselamatan Mumpuni

Hiace termasuk minibus dengan pengereman jempolan dikelasnya, karena didukung berbagai fitur modern. Pada roda depan terpasang ventilated disc dan belakang menggunakan Leading-Trailing drum. Untuk mencegah selip akibat roda terkunci, maka Toyota membekali fitur ABS pada Hiace.

Selain memiliki pengereman yang oke, Toyota juga menyertakan beberapa fitur keselamatan yang ada di mobil keluarga di Toyota Hiace. Untuk penumpang bagian depan, tersedia dual SRS airbag yang melindungi dari benturan. Sementara itu, di tiap kursi penumpang biasanya tersedia sabuk keselamatan.

Previous post
Selain Indonesia, Porsche Macan Facelift Juga Meluncur di Malaysia
Next post
Kementerian ESDM Uji Bahan Bakar Bensin Baru Setara Euro4, Untuk Apa?