Home » Berita » Akibat Covid-19, Penjualan Mobil di Indonesia Sentuh Titik Terendah

Akibat Covid-19, Penjualan Mobil di Indonesia Sentuh Titik Terendah

Akibat Covid-19, penjualan mobil menurun dan IIMS yang selalu ramai pengunjung batal. Foto/Carmudi.

Jakarta – Penyebaran Covid-19 di Indonesia telah melemahkan banyak sektor industri, salah satunya industri otomotif. Akibat pandemik tersebut, penjualan mobil menurun tajam bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bahkan, GAIKINDO menyebut bila imbas adanya Covid-19 ini membuat penjualan mobil turun hingga 40 persen.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, dalam diskusi virtual, yang diselenggarakan MarkPlus, belum lama ini mengungkapkan. Kalau penjualan mobil di akhir tahun 2020 diprediksi hanya berkisar di angka 600 ribuan unit.

Bila dibandingkan tahun lalu, penjualan mobil bisa bertahan di angka 1 juta unit. Pemulihan penjualan menurut Nangoi pun akan butuh waktu hingga beberapa tahun ke depan.

“Saya lihat mungkin tahun ini bisa 600 ribu, tahun depan bisa growing sampai 800 ribu-900 ribu. Kami membuat forecast sampai akhir tahun hanya 600 ribu unit, ini penjualan terendah 15 tahun terakhir sejak April. Kami memprediksi penjualan di 600 ribu, melihat hasilnya di April dan Mei muncul rasa was-was karena 600 ribu akan berat sekali,” beber Nangoi dalam webminar tersebut.

Keprihatinan industri otomotif nasional akibat pandemik Covid-19 tidak berhenti sampai di situ. Catatan ekspor kendaraan bermotor dari Indonesia pun ikut lesu akibat hantaman virus yang membuat banyak pabrik stop produksi sementara. Nangoi memperhitungkan, total ekspor kendaraan tahun ini tak mampu melebihi angka 200 ribu unit.

“Ekspor Maret di 76 ribu unit atau tumbuh 10 persen, ini rupanya simpanan dari order sebelumnya. Tahun ini kami hanya mampu ekspor 175 ribu, dan setinggi-tingginya 200 ribu unit. target ekspor 1 juta unit yang dicanangkan Presiden pada 2025 mungkin akan sedikit ter-delay, tapi mudah-mudahan bisa kami kejar,” jelas Nangoi.

Penjualan Mobil di April Merosot Tajam

Booth Mitsubishi Motors pada IIMS 2019 (Foto: Santo/Carmudi)

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara serentak mulai awal April berdampak pada penjualan kendaraan yang menurun tajam. Penurunan tercatat hingga 90 persen, dengan angka penjualan tidak mencapai 8.000 unit.

“Kalau kita lihat hasil penjualan mobil selama masa COVID-19 dan PSBB ini mengalami penurunan yang luar biasa besarnya. Kalau kita melihat stok yang tersedia di diler, dan retailnya sendiri cuma mencapai angka sekitar 24 ribu unit. Penjualan di Mei akan tetap turun bahkan lebih rendah dibanding bulan April,” ucapnya.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Wajah depan Toyota Alphard
Previous post
Apa Saja yang Harus Diperhatikan Waktu Membeli Toyota Alphard Bekas?
Manfaat dan Keuntungan Mampir ke Posko DFSK Siaga Mudik
Next post
Tidak Ada Posko Mudik Tahun Ini, DFSK Siagakan Emergency Service

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *