Home » Mobil » Intip Beberapa Penyakit Honda CR-V yang Kerap Ditemui

Intip Beberapa Penyakit Honda CR-V yang Kerap Ditemui

Honda CR-V telah menginjak usia 20 tahun dan diklaim sebagai SUV terlaris di Indonesia. (Foto: Carmudi/Yongki)

JakartaHonda CR-V merupakan salah satu SUV yang cukup populer di Indonesia. Mobil berkapasitas 7 orang penumpang ini selain punya desain yang keren juga menawarkan kenyamanan yang cukup baik. Tak salah jika banyak orang kepincut membeli mobil satu ini. Mungkin bagi sebagian orang, mobil ini dianggap sempurna. Padahal tetap ada beberapa penyakit Honda CR-V yang jarang diketahui oleh orang.

Tapi sebelum membahas mengenai kekurangannya, ada baiknya mengetahui lebih dalam mengenai mobil yang satu ini. Honda CR-V juga memiliki banyak kelebihan dibanding kekurangannya. Sayang, sebagian orang belum mengetahui tentang hal ini. Ada pepatah mengatakan, “Semut di seberang pulau terlihat, tapi gajah di pelupuk mata tidak terlihat”. Orang akan lebih melihat kekurangannya dibanding kelebihannya. 

Kelebihan Honda CR-V

Tenaga Mesin Oke

Mengikuti langkah yang diambil Civic, Honda juga mempercayakan jantung mekanis terbarunya ke CR-V. Berkode L15B, mesin 4-silinder segaris ini boleh saja hanya berkapasitas 1.498 cc. Namun berkat bantuan teknologi DOHC, gasoline direct injetion dan yang terpenting, turbocharger, kapasitas mungilnya itu menghasilkan tenaga yang terbesar dibandingkan kompetitor yang volume mesinnya lebih besar 1.000 cc sekalipun.

Yup, tenaga total yang dihasilkan mencapai 188 hp alias lebih besar 27 hp dibanding Civic berkat ubahan fin di keongnya dari 11 menjadi 9, sedangkan torsi 240 Nm boleh dikatakan mengimbangi pesaing bermesin bensinnya.

Karakter Transmisi Semakin Baik

Banyak orang menilai jika transmisi dari Honda CR-V ini lemot dan kurang nyaman digunakan. Mirip transmisi yang digunakan Civic Turbo, CVT CR-V Turbo juga menirukan karakter perpindahan gigi pada transmisi otomatis konvensional untuk rasa berkendara yang lebih natural. Tentunya, dengan kelebihan penyaluran tenaga mesin yang lebih smooth dan cepat di waktu yang bersamaan. 

All new Honda CR-V
Bagian interior baris depan. Foto/Carmudi Indonesia.

Mudahnya, kemudikan CR-V 1.5L Turbo ini dengan agresif dan Carmudian tidak akan menyadari transmisi sabuk baja lah yang menyalurkan tenaga mesin ke kedua roda depannya. Sedangkan ketika dikemudikan santai, rasa berkendara yang halus akan membuat seisi kabin lebih rileks. Ingin sensasi lebih? Tersedia juga paddle shift untuk mensimulasikan perpindahan 7-gigi, loh.

Kualitas Interior Seperti Mobil Eropa

Menyandang banderol setengah miliar rupiah rasanya Honda CR-V ini bukanlah sebuah mobil yang murah atau terjangkau. Kami pun sempat terkejut ketika menginspeksi kualitas interior CR-V Turbo ini. Bagian atas dasbor yang dilapisi bahan soft touch, bawahnya dengan leather padded, panel kayu doff yang terasa sangat premium.

Dasbor bernuansa gelap di tengah hingga door trim yang sama padatnya membuat kami mengira ini adalah SUV keluaran Eropa karena standarnya yang sangat tinggi. Lihat bantalan berlapis kulit yang ada di ujung kiri dan kanan konsol transmisi untuk sandaran lutut, juga tombol pengaturan jok elektrik yang ditambahkan elemen krom? Detail yang luar biasa untuk SUV Jepang Rp500 jutaan.

Bobot Lebih Ringan

Honda CR-V saat ini memiliki bobot yang lebih ringan dibanding generasi yang ada sebelumnya. Dirancang dengan struktur monokok, mesin berkapasitas kecil namun tenaga terbesar di 188 hp dan transmisi ringan. Bobot Honda CR-V Turbo diklaim memiliki power to weight ratio (PWR) yang lebih baik dibanding pesaingnya yang menggunakan rangka ladder-frame.

PT Honda Prospect Motor pun mensimulasikannya jika dengan bobot kosong CR-V Turbo di 1.649 kg. Dengan tenaganya yang 188 dk (190 ps), maka angka PWR-nya bisa dipatok di 8,68 kg/ps.

Jajaran Mobil Terlaris Honda
Honda CR-V Terbaru

Sedangkan bila sebuah SUV ladder-frame bermesin diesel besar berbobot di 2.600 kg. Dengan tenaga 179 hp (181 ps), maka PWR-nya hanya mentok di 10,69 kg/ps saja. Berkat angka PWR yang lebih tinggi ini, tentu berujung ke performa CR-V yang menjadi lebih cepat dibanding kompetitornya. Juga konsumsi bahan bakar yang lebih baik mengingat kapasitas mesinnya pun jauh lebih kecil. 

Value For Money

Bagi sebagian orang mobil ini cukup mahal. Namun bagi kalangan yang memiliki uang lebih, Honda CR-V dianggap sangst memiliki nilai yang baik alias value for money. Selain mesin yang baik itu, Honda CR-V juga didukung dengan fitur yang cukup lengkap. Sebut saja jok elektrik, sunroof, bagasi besar, head unit layar sentuh, mesin kecil bertenaga.

Lalu pengaturan elektrik untuk kedua jok depan. Head unit raksasa 9 inci dengan 8 speaker, setiap jendela auto up/down, hingga fitur keselamatan lengkap 6 airbags. Serta Hill Start Assist, ABS+EBD+BA, Vehicle Stability Assist, dan Brake Override System. Kamu akan puas mengetahui tak sepeser pun uang yang bakal kamu sisihkan pergi sia-sia begitu saja. Gimana, setuju enggak?

Biaya Perawatan Terjangkau

Sebagai mobil yang juga disebut sebagai mobil mewah, Honda CR-V ini ternyata juga memiliki biaya perawatan yang terjangkau. PT Honda Prospect Motor (HPM) menawarkan paket perawatan hingga 20 ribu km. Selain itu, ada juga biaya servis setelah 5 tahun yang dipatok Rp15 juta. Tentunya ini dapat diperoleh dengan kelebihan Paket Cermat yang ditawarkan oleh HPM yang disertai dengan adanya bebas kenaikan harga dan dapat dicicil bersama mobilnya.

All new Honda CR-V
Mesin diesel yang digunakan All new Honda CR-V. Foto/Carmudi Indonesia.

Kekurangan Honda CR-V

Setelah mengetahui sedikit mengenai kelebihan yang ada dari mobil ini, saatnya kita membahas mengenai kekurangannya. Penyakit Honda CR-V yang kerap ditemui sebenarnya ada cukup banyak. Namun kami akan merangkum sedikit beberapa keluhan yang ditemui dari para penggna Honda CR-V di Indonesia. Kira-kira bisa menebak hal apa saja yang menjadi keluhannya?

Head Unit Buruk

Bagi sebagian orang, head unit  ini dianggap menjadi salah satu penyakit yang ada pada Honda CR-V. Head unit yang digunakan menggunakan merek Panasonic ini dinilai memiliki performa yang lambat. Tak sedikit juga orang yang mengganti head unit tersebut dengan merek lain untuk memperbaiki performanya yang dianggap lelet dan lemot. Selain lemot, head unit ini juga suka hang, atau eror.

generasi kelima honda cr-v
generasi kelima honda cr-v resmi diluncurkan di ajang iims 2017 (dok.carmudi indonesia)

Tampilan kamera mundur yang dihasilkan juga berkualitas buruk alias low-resolution. Sehingga pada saat mundur, visibilitas yang diberikan dari layar ini sangatlah kurang sepadan dengan banderol harganya. Kualitas gambar buruk pada saat mundur ini juga menjadi salah satu penyakit yang sering ditemui Honda CR-V.

Berisik Ban

Sebagai mobil SUV dengan performa mesin yang oke, banyak pemilik menggunakan mobil ini untuk dipacu sekencang mungkin. Sayangnya, pada saat melaju kencang muncul permasalahan dari mobil ini, yakni suara ban yang cukup berisik. Honda CR-V memiliki road noise yang cukup berisik, terutama saat melaju di kecepatan tinggi. Entah karena ban, atau peredaman yang kurang oke. 

Test CR-V Turbo
Kesan mewah semakin nampak di bagian belakang Honda CR-V Turbo tipe Prestige. Foto/Carmudi Indonesia/Bagja

Hal ini tentunya menjadi salah satu penyakit Honda CR-V yang kerap ditemui. Suara bising yang dihasilkan dari ban ini tentunya bisa membuat pengendara menjadi tidak nyaman. Biasanya suara bising road noise ini akan terdengar saat mobil melaju di atas kecepatan 140 km/jam. Suara bising akan jauh lebih terdengar saat mobil melaju di atas beton dibanding aspal. Hal ini tentu tidak nyaman bukan?

Build Quality dan Fitur

Sudah bukan menjadi hal yang aneh jika build quality atau kualitas dari Honda CR-V ini cukup buruk. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan material plastik yang berkesan murah di bagian interior. Selain build quality yang buruk, Honda CR-V juga kerap dikeluhkan karena detail pemasangan eksterior maupun interior kurang presisi. Sehingga hal ini menjadi penyakit yang sering ditemui dari Honda CR-V.

Bayangkan jika kamu membeli Honda CR-V dalam keadaan baru tetapi kualitas materialnya murahan dan pemasangannya kurang presisi. Tentu sebagai konsumen kamu bisa menjadi kesal dan kapok untuk membeli mobil dari produk tersebut. 

Tuas Transmisi Patah

Salah satu issue atau keluhan yang paling sering ditemui adalah tuas transmisi patah. Tombol yang ada pada tuas transmisi kerap patah secara tiba-tiba. Entah disebabkan oleh penggunaan material yang berkualitas murahan, atau memang pemasangan yang kurang presisi. Tetapi masalah ini menjadi masalah yang paling banyak ditemui dari Honda CR-V. Bahkan Honda sempat melakukan recall mengenai hal ini. 

Honda CR-V Turbo

Biasanya hal ini terjadi pada Honda CR-V model 2017-2018 silam. Untuk versi dan model terbaru, keluhan ini sudah mulai jarang ditemui karena Honda sudah memperbaiki kualitas material agar menjadi lebih baik. Kebayang nggak sih kalau lagi jalan tiba-tiba tuas transmisi patah. Waduh, nggak banget deh! Sereeeem bro.

Indikator Oli Sering Menyala

Keluhan lain yang sering ditemui adalah seringnya indikator oli menyala padahal oli belum lama diganti. Biasanya hal ini disebabkan oleh oil life indicator yang meminta diganti oli setiap 2.000-3.000 km. Melihat hal tersebut, sebenarnya jarak tempuh yang dicapai masih cukup pendek. Tapi, pihak bengkel memiliki asumsi lain mengapa hal ini bisa terjadi.

Berdasarkan pengalaman, indikator oli ini bekerja berdasarkan 2 hal paling utama, jam kerja mesin dan beban mesin. Jadi kalau mobil sering kena macet, sering berhenti idling terlalu lama menjadi perhitungan dari mobil. 

Honda-CR-V terbaru (Foto: Paultan)

Beberapa pengguna mengeluhkan jika oil life ini saat berjalan ke luar kota tidak terhitung secara akurat. Misalnya jarak tempuh perjalanan 800 km, tetapi pada mobil hanya terbaca 200 km saja. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan pengguna dan kurangnya sosialisasi dari Honda mengenai indikator oli, walaupun sebenarnya ada juga penjelasannya di buku manual.

Turbo Jebol

Kejadian ini sebenarnya sempat ramai di media sosial untuk kalangan pengguna Honda CR-V. Padahal, keluhan ini sangat sedikit terjadi. Beberapa konsumen pernah mengalami turbo jebol dengan indikasi tenaga ngempos, semua lampu indikator menyala dan selang turbo terlepas. Sehingga turbo tidak aktif dan mobil langsung ke mode tanpa turbo. 

Kejadian ini sebenarnya bisa ditarik kesimpulan jika konsumen tersebut mendapatkan unit yang kurang baik dari pabrik. Sudah menjadi rahasia umum jika 1:1000 unit akan mengalami cacat pabrik di berbagai manufaktur tak hanya otomotif. Turbo jebol sejauh ini hanya terjadi pada beberapa unit saja, dan tidak termasuk ke dalam penyakit Honda CR-V yang ada. 

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Sudah Lima Generasi, Honda CR-V Mana yang Terlaris?

 

Previous post
Pengiriman Hypercar Ferrari PHEV Ditunda, Ternyata Ini Gara-garanya
Next post
Beragam Masalah pada Suzuki GSX-R150, Kadang Penyebabnya Cuma Error