HomeTips dan TrikMembeli Mobil Untuk Usaha,  Perhatikan Hal Berikut

Membeli Mobil Untuk Usaha,  Perhatikan Hal Berikut

mobil untuk usaha
Daihatsu Gran Max Pick Up yang digunakan sebagai mobil untuk usaha (Foto: Daihatsu)

Jakarta – Beberapa tahun belakangan semakin banyak orang membeli mobil untuk digunakan dalam berbisnis atau usaha.

Dalam membeli mobil untuk usaha, ada beberapa faktor yang harus dipahami agar bisnis tetap bisa berjalan lancar dan menguntungkan. Hal ini berbeda dengan membeli mobil untuk transportasi penumpang saja.

Sebelum membeli mobil untuk usaha, ada baiknya sang pemilik memikirkan matang-matang bisnis apa yang akan dijalankan karena nantinya berpengaruh kepada mobil yang akan dibeli.

Sang pemilik harus memikirkan mobil yang cocok untuk usaha yang akan dijalankan di kemudian hari. Jangan sampai salah membeli mobil, bisa-bisa rugi.

Sesuaikan Mobil dengan Jenis Usaha

Hal pertama yang bisa dilakukan dalam membeli mobil untuk usaha adalah menyesuaikan usaha dengan jenis mobil.

Misalnya Anda ingin memiliki bisnis di bidang jasa pengantaran barang, maka mobil yang tepat untuk dibeli adalah mobil yang irit BBM, kabin besar, dan punya ketersediaan spare part sangat banyak dan murah tentunya.

mobil untuk usaha
New Suzuki Carry sahabat pengusaha. (Foto: Carmudi).

Misalnya, dari rekomendasi Carmudi, Anda bisa membeli Daihatsu GranMax blind van atau Daihatsu Luxio.

Kedua mobil ini bisa dibilang jadi mobil yang sangat bisa diandalkan untuk dijadikan armada pengantaran barang. Kapasitas kabinnya sangat lega, ditambah lagi punya pintu geser yang bisa memudahkan keluar-masuk barang.

Jangan lupa, pintu belakang saat dibuka juga punya ukuran yang sangat besar sehingga cocok sebagai akses barang berukuran besar.

Soal konsumsi BBM dan spare part, mobil ini sangatlah terjamin. Bensinnya tergolong irit, serta spare part-nya juga melimpah di berbagai bengkel yang ada.

Cukup banyak orang yang membeli mobil ini untuk dijadikan mobil untuk usaha.

Selain faktor ini, ada juga faktor lain yang harus dipikirkan saat hendak membeli mobil yang bakal digunakan untuk usaha.

Harga Mobil

Jika sudah menentukan mobil yang irit BBM dan punya spare part murah serta melimpah, hal lain yang harus diperhatikan adalah harga mobil itu sendiri.

Sebaiknya pikirkan untuk membeli mobil yang punya harga tidak terlalu mahal. Entah itu mobil baru maupun mobil bekas, sang pemilik usaha harus memikirkan untuk membeli mobil operasional yang tidak terlalu mahal. Kalau terlalu mahal tentu bisa memberatkan operasional itu sendiri.

Jajaran mobil komersial Toyota (Foto: Toyota)

Biasanya para pelaku usaha ini akan membeli mobil dengan batas yang sudah ditentukan oleh masing-masing.

Misalnya untuk usaha bisnis sayur-sayuran, mereka akan membeli mobil dengan bujet maksimal Rp50 jutaan hingga Rp130 jutaan.  Tujuannya agar modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar untuk membawa sayuran dari lokasi kebun hingga ke pasar.

Faktor harga juga menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam membeli mobil untuk usaha karena tidak semua pelaku usaha memiliki modal yang besar. Ada juga sebagian pelaku usaha yang lebih membeli mobil bekas karena harganya lebih terjangkau dibanding mobil baru.

Semuanya sah-sah saja, asalkan perhitungan membeli mobil dan perawatannya tetap tidak mengganggu keuangan operasional bisnis itu sendiri.

Kualitas Mobil Sangat Penting Diperhatikan

Setelah kedua hal tersebut Anda pikirkan dengan baik, hal selanjutnya adalah memikirkan kualitas mobil yang akan dibeli. Jangan sampai Anda membeli mobil dengan kualitas yang buruk, alias gampang rusak.

Yang ada nantinya keuangan Anda akan membengkak karena harus memperbaiki mobil lebih sering dibanding digunakan. Kalau sudah begini bukan untung tapi malah jadi buntung.

Mahindra Scorpio menyasar segmen pasar komersial di Indonesia. (Foto: Carmudi/Rizen)

Makanya, perlu sekali memikirkan kualitas mobil yang akan dibeli karena biasanya para pelaku usaha ini akan membeli mobil yang bisa tahan lama digunakan.

Hal ini tentu punya tujuan agar modal yang dikeluarkan untuk membeli kendaraan operasional harus dikembalikan secepatnya. Ingat, kendaraan ini juga bentuk investasi bisnis yang dilakukan oleh pelaku usaha. Sebisa mungkin mobil yang akan digunakan harus tahan banting, lincah, dan irit BBM.

Pajak Mobil

Hal lain yang bisa diperhatikan adalah pajak dari kendaraan itu sendiri. Sebagai pemilik kendaraan, wajib hukumnya membayar pajak kendaraan tahunan kepada negara.

Hal ini bertujuan untuk membangun negara dan memajukan bangsa. Selain itu, mobil yang surat-suratnya hidup secara hukum akan lebih nyaman digunakan tanpa adanya rasa was-was untuk diberhentikan petugas.

Faktor ini sayangnya kerap dilupakan oleh para pelaku usaha.

Banyak pemilik usaha yang tidak mau membayar pajak kendaraan operasionalnya karena dianggap hanya membawa barang saja.

Bahkan ada juga beberapa pemilik usaha yang tidak mau membayar pajak kendaraan ini karena dianggap mobil yang dimilikinya jarang dipakai. Hal ini benar-benar sangat tidak patut dicontoh.

Pajak Kendaraan
Aturan pajak kendaraan bermotor baru akan berlaku tahun 2021. Foto/Ilustrasi.

Jika sudah mampu membeli kendaraan, maka sudah seharusnya pemilik juga wajib membayar pajak kendaraan itu kepada negara. Jangan sampai bisa membeli mobil tetapi tidak bisa membayar pajak karena pajak mobil untuk usaha ini cukup mahal.

Perhatikan pajak kendaraan yang bakal dijadikan mobil usaha agar tidak membeli mobil yang punya pajak cukup mahal.

Sisihkan untuk Biaya Perawatan

Dalam memelihara kendaraan, khususnya mobil biaya perawatannya memang berbeda-beda antar setiap mobil. Untuk itu, pemilik usaha ini wajib menyisihkan uang untuk biaya perawatan dari mobil itu sendiri.

Sayangnya, banyak sekali pelaku usaha yang tidak memperhatikan kondisi dari kendaraan operasional itu. Mereka kerap kali baru melakukan perbaikan saat mobil sudah berada dalam kondisi rusak yang cukup parah.

Cara mengecek keaslian odometer
Cara mengecek keaslian odometer

Padahal, mobil memiliki waktu perawatan yang sudah disesuaikan oleh pabrikan. Misalnya dengan mengganti oli mesin secara rutin, melakukan tune up, dan memeriksa air radiator secara teratur sudah termasuk menjaga mobil.

Setidaknya sisihkan uang perbaikan Rp500 ribu hingga Rp2 juta untuk melakukan perbaikan dari mobil itu sendiri. Mobil yang sering digunakan akan lebih sering mendapatkan perawatan dibanding mobil yang jarang dipakai.

Siapa Supirnya, Ya?

Hal terakhir yang wajib dipikirkan sebelum membeli mobilnya adalah siapa supirnya.

Hmmmm, terkadang banyak pelaku usaha yang terjun sendiri ke lapangan dengan membawa sendiri mobilnya. Pada saat usahanya semakin maju, lama-kelamaan sang pemilik tersebut akan semakin sibuk sehingga tidak bisa lagi membawa mobil operasional. Opsi lain yang harus dipikirkan adalah mencari supir pengganti.

pengemudi mobil pemula
Ilustrasi pengemudi mobil pemula yang stres (Foto: The Sun)

Pastikan kamu mencari seseorang yang mampu diajak bekerja dan mampu mengemudikan kendaraan dengan baik dan benar. Usahakan orang tersebut juga sudah memiliki surat izin mengemudi (SIM) agar tidak melanggar peraturan.

Sudah seharusnya setiap orang yang mengendarai kendaraan di jalan raya memiliki SIM. Karena dengan memiliki SIM, orang tersebut dianggap sudah layak untuk berkendara di jalan raya.

Modifikasi Sesuai Bisnis

Sebelumnya telah disebutkan mengenai modifikasi mobil maka dari itu carilah kira-kira mobil apa yang cocok untuk dilakukan modifikasi. Tentu saja modifikasi disini untuk mendukung bisnis yang akan kamu jalankan.

Lakukanlah modifikasi yang memperlihatkan jenis dan identitas bisnis kamu.

Kalau memang kamu ingin menggunakannya untuk bisnis makanan, maka modifikasilah beberapa bagian mobil agar menunjukkan bahwa mobil tersebut digunakan untuk bisnis makanan seperti food truck yang telah dimodifikasi dengan tambahan kompor, tenda, dan bagian sisi mobil yang bisa dibuka.

Modifikasi seperti ini sangat berguna demi memasarkan bisnismu secara tidak langsung.

Suzuki APB
Tak hanya untuk mobil penumpang, Suzuki APV bisa juga jadi mobil komersial. Foto/SIS.

Banyak orang cenderung lebih mudah mengingat sesuatu secara visual, lakukanlah modifikasi yang cukup unik untuk membuat orang-orang mengingat bisnis kamu dengan mudah.

Langkah-langkah di atas bisa kamu aplikasikan untuk jenis bisnis apapun, Carmudian.

Yang paling penting dari semua langkah di atas adalah kamu mengenal bisnis yang akan kamu jalani dan kamu mengetahui apa-apa saja yang diperlukan untuk menjalankan bisnis tersebut.

Sukses ya buat Carmudian yang mau buka bisnis sendiri, semoga mobil bisnis kamu cepat ketemu ya!

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

3 Cara Mudah Melindungi Mobil Kesayangan dari Karat

Previous post
DFSK Manjakan Pelanggan Glory i-Auto dengan Layanan Purna Jual
Next post
Pajak Pembelian Mobil Baru Mau Dipangkas, Apa Untungnya?