Sumber informasi

Sejarah dan Arti Lampu Merah Sang Pengatur Lalu Lintas

arti lampu lalu lintas

Saat berkendara alangkah senangnya jika kita melihat lampu hijau. Seakan perjalanan menjadi lancar dan menyenangkan. Sebaliknya, kita seakan kesal jika selalu bertemu dengan lampu merah.

Tapi bayangkan kemacetan sebelum ditemukannya lampu lalu lintas atau biasa disebut lampu merah? Pasti perjalanan kerja Anda di pagi hari akan jauh lebih kacau.

Ya, semua jalan di kota besar dan ramai dengan mobilitas, peran lampu merah jadi sangat penting. Berdasarkan data di Amerika Serikat, peran lampu merah bisa 10% dari kemacetan lalu lintas dan 20% dari polusi udara.

Lalu bagaimana sih sejarah lampu merah di dunia? Dan kapan lampu merah pertama dipasang?

Lampu merah pertama ditemukan di London pada tahun 1860-an, tetapi sulit dijalankan atau efektif pada saat itu. Penggunaan lampu merah itu diadaptasi dari sistem sinyal kereta api.

Sosok yang melakukan pengaturan lalu lintas di jalan raya adalah seorang manajer kereta api, John Peak Knight, pada tahun 1868.

Lampu Merah Pertama Meledak

sejarah lampu merah

Sumber: potesrazi

Pada saat itu untuk jalur kereta api menggunakan lampu gas merah di malam hari untuk memberi sinyal berhenti dan lampu gas hijau di siang hari. Knight memasang lampu gas serupa, di dekat Jembatan Westminster London pada bulan Desember 1868.

Namun, perkembangan sinyal lampu merah pertama itu berumur pendek. Kebocoran gas menyebabkan salah satu lampu sinyal meledak, setelah satu bulan dipasang. Pengunaan sinyal lalu lintas terhenti setelah insiden London tersebut.

Butuh waktu empat puluh tahun kemudian, London baru menggunakan lampu merah lagi, tepatnya baru di tahun 1929.

Pada awal 1900-an, desakan untuk sinyal lalu lintas berkembang lagi. Pada awal abad ke-20, beberapa paten teknologi lampu merah dilakukan.

Hal itu seiring pertumbuhan lalu lintas dan kota, begitu pula perlombaan untuk memecahkan masalah lalu lintas yang terus meningkat.

Sinyal lalu lintas pertama adalah semaphore. Semaphore adalah menara dengan lengan yang bergerak yang menandakan lalu lintas untuk berhenti atau pergi. Mereka bisa manual atau otomatis.

Tidak ada desain yang konsisten. Berbagai model diciptakan dan diterapkan di kota-kota sesuai kebutuhan.

Rambu lalu lintas awal diubah secara manual oleh petugas polisi. Arah lalu lintas biasanya mengharuskan petugas polisi untuk berdiri di persimpangan yang ramai.

Bentuk Lampu Merah Pertama Seperti Kandang Burung

sejarah lampu merah dunia

Di Chicago, rambu-rambu sinyal otomatis diperkenalkan pada tahun 1910. Mereka tidak menyala, tetapi mereka membuat indikator yang jelas untuk lalu lintas untuk “berhenti” atau “melanjutkan” perjalanan sesuai dengan lengan berlabel.

Pada tahun 1912, Lester Wire adalah seorang polisi lalu lintas yang mengembangkan lampu berhenti yang diaktifkan secara manual.

Desainnya kotak bersisi empat yang menggantung di atas tiang setinggi tiga meter. Bentuknya seperti sangkar atau kandang burung dan dioperasikan secara manual oleh seorang petugas.

Petugas berperan memutar balikkan saklar untuk mengubah antara lampu merah dan hijau di alat itu. Seperti semaphore 1910, sinyal listrik pertama menggunakan kata-kata.

Namun, kata-kata itu tidak lagi tertulis di lengan yang terangkat dan turun. Kata-kata “berhenti” atau “jalan” menyala. Tiang-tiang menyala di masing-masing dari empat tiang sudut di sekitar persimpangan.

Sejarah lampu merah pada alat itu masih belum otomatis. Sebuah bilik dengan operator diperlukan untuk membalik sakelar.

Lampu Merah Otomatis Pertama Mengejutkan San Francisco

lampu merah sejarah

Akhirnya, di San Francisco, Amerika Serikat sejarah lampu merah pertama yang dapat dioperasikan secara otomatis diperkenalkan pada tahun 1917.

Selanjutnya pada tahun 1920, sistem lampu tiga warna pertama diperkenalkan di Detroit, Amerika Serikat. Perkembangan lampu merah modern mungkin telah dimulai di London, tetapi justru berkembang di Amerika Serikat.

Di Cleveland, seorang penemu keturunan Afrika-Amerika bernama Garrett Morgan membuat sinyal lalu lintas atau lampu merah yang terjangkau dan dipatenkan.

Indikator lampu kuning ditambahkan, hal itu membuat persimpangan lebih aman daripada sistem stop and go yang lama.

Desain baru cukup murah sehingga memungkinkan pemasangan lebih banyak lampu. Morgan menjual patennya ke General Electric

Arti Warna pada Lampu Lalu Lintas

logo lampu lalu lintas

Sekarang kita beralih pada arti warna pada lampu merah ini. Pertama, hijau yang artinya jalan. Sesederhana itu, tetapi tetap yang terbaik adalah memeriksa kedua arah lalu lintas karena mungkin ada pengendara lain yang tidak memperhatikan lampu lalu lintas tersebut.

Selanjutnya kuning berarti memperlambat dan bersiap untuk berhenti. Jadi jangan menambah kecepatan penuh untuk menghindari lampu merah.

Meskipun Anda mungkin lolos dari tanda merah di persimpangan jalan. Tapi jika warna kuning sudah menyala Anda bisa kena tilang dan kecelakaan berbahaya, jika menambah kecepatan.

Lampu merah adalah peringatan yang jelas dan konsisten untuk berhenti. Bahkan meskipun ada di sebagian wilayah di mana saat belok kiri masih boleh ketika kondisi lampu lalu lintas berwarna merah.

Tapi perlu diperhatikan juga keselamatan bagi pengguna jalan lainnya, dalam arti tetap berhati-hati.

Arti dan fungsi lampu merah di seluruh dunia sekarang ini tetap konsisten, sebagai alat pengatur lalu lintas yang aman. Di pelbagai belahan dunai, artinya tetap sama yakni, warna hijau itu berarti aman untuk melanjutkan perjalanan.

Warna kuning berarti kehati-hatian. Merah berarti berhenti. Intinya selalu mengemudi sesuai aturan yang telah diterapkan dan selalu patuhi rambu lalu lintas.

Lampu Lalu Lintas dengan CCTV

lampu lalu lintas cctv

Di negara maju, seperti di Inggris, sejarah lampu merah ditambah pengunaan kamera CCTV sudah lama digunakan. Fungsinya untuk mendeteksi kendaraan yang melewati lampu setelah berubah menjadi merah dengan menggunakan sensor atau ground loop di jalan.

Saat lampu lalu lintas menyala merah, sistem menjadi aktif dan kamera siap memotret setiap mobil yang melewati pelatuk.

Alat ini juga bisa mencatat pelanggaran bagi setiap bagian dari kendaraan Anda untuk melewati garis berhenti putih jika lampu lalu lintas berubah menjadi merah.

Sebagian besar kamera lampu merah di Inggris dibuat oleh Gatsometer. Unit Gatso RLC 36 ini juga memiliki teknologi radar built-in, dengan kecepatan ganda dan fungsi lampu merah, jadi demi keselamatan berlalu lintas.

Semua kamera lalu lintas ada untuk keselamatan kita. Mereka biasanya dipasang di area berisiko tinggi, mungkin di mana seseorang sebelumnya telah terluka atau kecelakaan terjadi setelah lampu merah menyala.

Di persimpangan dan penyeberangan yang sibuk, Anda juga akan sering melihat kamera yang lebih kecil di atas lampu itu sendiri. Ini ada untuk membantu memantau lalu lintas dan kemacetan di jalan, tetapi tidak berkedip untuk pelanggaran mengemudi.

Perkembangan Lampu Lalu Lintas di Indonesia

Perkembangan selanjutnya pada teknologi lampu merah adalah penambahan fitur closed circuit television (CCTV). Di Indonesia, penggunaan CCTV baru dioperasikan pada tahun 2018 silam.

Bagi pelanggar akan dikenakan tilang online. Data dari kamera CCTV terintegrasi langsung dengan back office traffic management control (TMC) Polda Metro Jaya untuk selanjutnya diverifikasi agar tidak terjadi kesalahan data.

Sistem tersebut telah dipasang di jalan-jalan utama seperti di Jakarta untuk mengidentifikasi pelanggaran seperti mobil atau motor yang menerobos lampu merah, pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, dan melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Saat ini ada dua belas kamera CCTV atau sekarang di sebut teknologi ETLE di sepanjang Jalan MH Thamrin dari Simpang Sudirman ke Jalan Gajah Mada. Kamera tambahan akan segera ditambahkan di berbagai wilayah ibu kota. Teknologi ETLE ini dikenal lebih maju secara teknologi dibandingkan dengan sistem CCTV.

Sistem ETLE yang baru dapat memperbesar bagian dalam mobil menggunakan fitur ‘pos pemeriksaan’ untuk melihat apakah pengemudi dan penumpang mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, fitur ‘radar kecepatan’ merekam kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan.

Setelah kamera menangkap gambar pelanggar, data dikirim ke polisi lalu lintas untuk verifikasi dan identifikasi. Polisi kemudian akan mengirimkan surat peringatan ke alamat terdaftar sang pengemudi yang melanggar.

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts