Home » Reviews » Test Ride Kawasaki W175 TR, Cocok untuk ‘Sedikit Liar’

Test Ride Kawasaki W175 TR, Cocok untuk ‘Sedikit Liar’

Kawasaki W175 TR
Kawasaki W175 TR

Tangerang – Pada akhir November lalu, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) resmi meluncurkan motor baru yang bermain di segmen retro klasik, W175 TR. Ini merupakan varian baru dari Kawasaki W175 yang sudah ada sebelumnya. Tapi tentu saja, W175 TR telah mengalami beberapa ubahan.

Beberapa ubahannya yang terlihat ada di bagian tangki, knalpot, kaki-kaki, jok dan sepatbor. Jika dilihat secara tampilan, keduanya jelas berbeda. Kawasaki W175 lebih menegaskan kesan klasik dengan orientasi berkendara yang santai. Sedangkan W175 TR lebih menegaskan kesan dual purpose karena mengusung konsep scrambler.

Tampak depan Kawasaki W175 TR
Tampak depan Kawasaki W175 TR

Gaya scrambler sendiri merupakan sepeda motor yang dapat digunakan on road dan off road. Scrambler ini terkenal pada tahun 1920-an di Inggris. Kala itu, sepeda motor dimodifikasi sedemikian rupa untuk dapat mengikuti balapan.

Kembali lagi ke Kawasaki W175 TR. Sepeda motor ini lebih ditujukan kepada pengendara dengan usia 20-35 tahun yang gemar akan petualangan.

Tampak belakang Kawasaki W175 TR
Tampak belakang Kawasaki W175 TR

Rabu (11/12/2019) kemarin, PT KMI mengajak rekan media untuk mencicipi Kawasaki W175 TR. Lokasi test ride berlokasi di Gading Serpong, Tangerang. Sayangnya, test ride Kawasaki W175 TR ini dirasa tak cukup memberikan gambaran detail. Selain waktu yang sangat pendek, para jurnalis yang melakukan test ride juga hanya disediakan 5 sepeda motor saja.

Padahal ada 45 media yang diundang oleh Kawasaki untuk mengikuti sesi test ride W175 TR ini. Akhirnya rekan media pun secara bergantian menunggu giliran sesuai dengan grup yang sudah ditentukan.

Handling Sungguh Asyik

Para awak media mulai melakukan test ride Kawasaki W175 TR

Pada saat tiba giliran saya mencicipi motor ini, saya pun segera menuju motor dan beradaptasi. Saya merasa memiliki posisi duduk yang sangat nyaman. Bisa dikatakan W175 TR ini punya posisi duduk yang rileks dan sigap. Posisi rileks didapat dari posisi kaki yang cukup santai saat menginjak di foot step. Sedangkan sigap dihasilkan dari setang handlebar yang lebar yang membuat tangan selalu siap melibas segala medan.

Mesin pun dinyalakan dan saya bergegas menjalankannya. Pada saat test ride, kami dikawal oleh Polisi Pengawal yang menggunakan BMW Bagger K1600 yang punya performa luar biasa. Dengan itu, kami seakan dipaksa untuk mengikuti monster tersebut. Ya sudah kami kejar saja sekalian.

Mesin berkapasitas 177 cc, 1 silinder, SOHC berpendingin udara ini punya tenaga yang biasa saja di RPM bawah. Namun RPM tengah ke atas begitu menyenangkan. Perpindahan giginya pun juga terasa lembut. Polisi yang berada di depan pun langsung tancap gas. Kami yang di belakang langsung mencoba mengikuti agar rombongan tidak terputus. Sepeda motor yang memiliki transmisi manual 5 percepatan ini ternyata bisa juga diajak berlari kencang. Tak terasa saya sudah mencapai kecepatan 120 km/jam di jalan raya BSD hingga Gading Serpong.

Tampilan speedometer Kawasaki W175 TR
Tampilan speedometer Kawasaki W175 TR

Polisi yang ada di depan pun segera melakukan manuver mendadak, seakan menyuruh kami untuk mengikutinya. Saya yang berada 7 meter di belakangnya pun tertantang untuk mengajak motor ini sedikit rebah. Hasilnya, motor dengan ban berukuran 80/110-R17 di depan dan 100/90-R17 di belakang ini cukup mampu diajak merebah.

Suspensi Lebih Baik Dibanding W175

Melaju dengan kecepatan tinggi di trek lurus maupun berkelok, rasanya bukan menjadi masalah bagi W175 TR. Seakan punya DNA balap tanah di masa lalu, W175 TR punya handling yang cukup baik. Suspensi dari motor ini tergolong nyaman untuk kategori motor dual purpose. Tak terlalu empuk dan juga tak keras. Beberapa kali saya menghantam lubang di jalan rasanya motor ini masih kokoh dalam kecepatan stabil.

Tampilan suspensi depan Kawasaki W175 TR
Tampilan suspensi depan Kawasaki W175 TR

Sebagai salah satu syarat dual purpose, motor ini harus diuji di jalanan jelek. Kawasaki sudah mempersiapkan hal tersebut dengan mengajak rombongan melewati jalanan berdebu dan berlubang layaknya trek balap Sirkuit Pagedangan. Melintasi jalan off road itu, performa suspensi teleskopik 30 mm di depan terasa nyaman. Sementarat di belakang memakai dual shock yang diracik ulang juga dirasa punya performa baik.

Tampilan suspensi belakang Kawasaki W175 TR
Tampilan suspensi belakang Kawasaki W175 TR

Mesin Masih Karburator

Untuk sebuah sepeda motor bergenre retro, Kawasaki W175 TR masih menggunakan pengabutan bahan bakar dengan karburator. Karburator yang dipasang merupakan buatan Mikuni VM24. Di saat motor lain sudah menggunakan sistem injeksi, W175 TR ini masih memakai karburator. Mungkin ingin menyesuaikan dengan konsep retro.

Tampak mesin Kawasaki W175 TR
Tampak mesin Kawasaki W175 TR

Kawasaki W175 TR punya tangki yang ukurannya lebih kecil. Tangki kecil ini membuat paha dapat memeluk dengan nyaman dan tidak merasa kebesaran. Tangki ini mampu membawa bahan bakar sebanyak 7,5 liter jika diisi penuh. Angka 7,5 liter rasanya masih oke lah untuk mengajak sepeda motor ini untuk berpetualang ke luar kota.

Knalpot Meledak-ledak

Karena polisi yang mengawal kami melaju cukup kencang, tak jarang kami menurunkan gigi secara paksa demi mengejar. Pada saat sedang menurunkan gigi dan menahan gas, motor ini punya suara khas. Suara tersebut merupakan suara ledakan kecil yang berasal dari knalpot. Suara ini menurut kami menjadi suara yang sangat seru, menyenangkan, dan tentunya menambah kesenangan berkendara.

Tampilan knalpot Kawasaki W175 TR
Tampilan knalpot Kawasaki W175 TR

“Pretek pretek pretek,” bunyi yang terdengar dari knalpot. Suspensi, handling dan karakter mesin dari Kawasaki W175 TR ini kami rasa cukup bisa untuk digunakan sedikit liar. Tak jadi masalah bagi sepeda motor ini mau dipakai di jalan aspal atau tanah sekalipun.

Kawasaki W175 TR ditawarkan dengan dua varian. Mulai dari tipe standard dan tipe SE. Masing-masing dibanderol dengan harga Rp28 jutaan dan Rp32 jutaan.

Tangki W175 TR punya ukuran kecil namun bisa menampung 7,5 liter bahan bakar 

 

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Yamaha XSR155 Hadir, Kawasaki Merasa Terganggu?

Previous post
Anies Hingga Bamsoet Hadiri Pengenalan Manajemen Baru Diler Mercedes-Benz
Next post
Berapa Biaya Pasang Kaca Film V-KOOL VK30 dan V10?