BeritaMobilTips dan Trik

Cari Mobil Bekas Harga Murah, Pilih Mobil Bekas Taksi dan Rental

Mobil Bekas Taksi

Mobil bekas taksi unit Blue Bird. Foto/Carmudi.

Jakarta – Beragam asal-usul mobil bekas yang tersedia di pasaran. Ada mobil dari bekas pemilik pribadi sampai dengan bekas taksi atau rental mobil. Mobil bekas taksi dan rental bisa jadi alternatif bagi Carmudian yang mencari mobil bekas harga murah.

Bisnis penjualan mobil bekas perusahaan transportasi sebenarnya bukanlah hal yang baru. Dari sini calon pembeli bisa mendapat kendaraan dengan harga relatif terjangkau dengan tahun produksi yang masih termasuk muda.

Perusahaan taksi sampai perusahaan rental besar biasanya memiliki prosedur untuk mengganti armadanya yang telah melewati masa pemakaian tertentu. Untuk menjaga kualitas dan nama besar perusahaan, beberapa perusahaan taksi besar selalu melakukan peremajaan terhadap armadanya. Umumnya, peremajaan dengan penggantian unit kendaraan baru tersebut dilakukan setiap masa pakai 5 tahun.

Saat menjual bekas kendaraan dinasnya, perubahan yang dilakukan adalah perubahan warna mobil. Perusahaan taksi akan melepas argo dan mengubah status legalitas identitas kendaraan dari plat kuning(kendaraan umum) ke plat hitam dengan STNK atas nama perusahaan.

Perusahaan taksi biasanya menawarkan mobil sedan seperti Toyota Vios, Nissan Almera, hingga Mercedes-Benz. Sementara itu, rental mobil menawarkan MPV 7 penumpang seperti Avanza, Xenia, Ertiga, Mobilio dan lain-lain.

Dalam membeli mobil bekas taksi atau rental Anda patut hati-hati dan waspada. Penampilan yang terlihat mulus belum tentu kondisi mesin dan interior juga baik.

Biasanya, mobil bekas taksi atau rental merupakan mobil capek, atau mobil dengan jarak tempuh sangat tinggi. Dengan jam terbang tinggi, kondisinya jelas tidak 100 persen normal. Bisa saja muncul kemungkinan masalah teknis akibat komponen yang sudah aus atau yang sudah waktunya diganti.

Mengetahui Ciri Mobil Bekas Taksi dan Rental

Tidak semua mobil bekas yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau merupakan bekas taksi atau rental. Ada ciri khusus yang biasanya cukup mencolok dari armada fleet.

Taksi

Harga murah bikin peluang Wuling Confero jadi unit taksi terbuka lebar (Carmudi Indonesia/Sano)

Pada mobil taksi atau rental, jarak tempuh normal ada yang mencapai sekitar 400 ribu kilometer. Sementara untuk mobil pribadi, standarnya mobil berjalan 15 ribu kilometer per tahun atau jika 5 tahun maka odometer menunjukkan angka 75 ribu kilometer.

Hal yang perlu Carmudian ketahui, mobil pada umumnya masih layak pakai sampai 200 ribu kilometer. Mobil yang telah menempuh jarak diatas itu sudah dianggap mobil tua atau mobil capek.

Melihat jarak tempuh mobil pada odometer mungkin bisa membantu pembeli mengetahui mobil incarannya bekas rental atau tidak. Pastikan kilometer mobil bekas yang dipilih tidak jauh dari standart pemakaian normal.

Bila Carmudian ingin berburu mobil bekas taksi atau rental, maka sebaiknya memilih untuk membeli mobil bekas dari perusahaan dengan reputasi baik. Beberapa perusahaan taksi besar melakukan perawatan rutin atas armada mereka.

Mengecek Kondisi Mobil Bekas Taksi dan Rental

Mobil taksi atau rentalan biasanay digunakan hampir setiap hari dengan jarak tempuh ratusan kilometer setiap harinya. Kondisi mesin adalah yang paling pertama diperhatikan. Meski sering digunakan, mesin yang terawat tentu akan berbeda dengan mesin yang jarang terawat.

Anda yang ingin mengecek bagian mesin, langkah pertama yaitu ngolong. Periksa bagian bawah mesin, jika dilihat sudah banyak oli merembes atau mesin terlihat kotor maka bisa diragukan perawatan mesin mobil tersebut.

Langkah selanjutnya, cobalah untuk menyalakan mesin dan dengarkan apakah ada suara yang mengganggu. Jangan lupa, perhatikan kondisi kaki-kaki dan kelurusan sasis mobil.

Untuk memastikan kinerjanya, tidak ada salahnya juga untuk melakukan test drive. Dengan cara ini, anda dapat menilai kinerja mesin, kaki-kaki dan sasis secara bersamaan.

Jika anda berada di trek lurus namun mobil seperti ingin berjalan ke kiri atau kanan, berarti ada masalah dengan kaki-kaki atau sasisnya. Jika masalah yang Anda lihat cukup besar dan membutuhkan banyak uang dan waktu untuk perbaikan, maka segera beralih ke unit lain.(dol)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts