Berita

Mercedes-Benz EQE 350 Janjikan Jarak Tempuh Hingga 600 Km

Jakarta – Berselang beberapa bulan setelah peluncuran EQS, Mercedes-Benz kembali memperkenalkan model baru bernama EQE.

Produk ini adalah model kedua yang menggunakan arsitektur khusus yang dikembangkan untuk mobil listrik Mercedes-Benz.

Mercedes-Benz EQE 350

Mercedes-Benz EQE 350 (Foto: Mercedes-Benz)

EQE hadir dalam wujud sporty business saloon yang menawarkan sejumlah kemiripan dengan sang kakak, tetapi dengan bodi yang lebih kompak.

Rencananya akan ada dua varian yang ditawarkan untuk mobil ini. Pertama adalah EQE 350 dengan output 215 kW dan torsi 530 Nm.

Kedua adalah EQE Performance yang memiliki output hingga 500 kW. Namun, sayangnya untuk varian yang satu ini informasinya masih terbatas.

Dalam konferensi pers virtual, Minggu (5/9/2021) dijelaskan bahwa EQE akan menjalani debut dunia di Munich, Jerman. Tepatnya dalam pergelaran IAA Mobility 2021 yang dimulai pada 12 September mendatang.

Kemudian untuk peluncuran globalnya akan dilakukan pada pertengahan 2022.

Dalam hal dimensi bodi, EQE dapat disandingkan dengan CLS. Eksteriornya mengedepankan bentuk yang streamline.

Bagian depan mobil ini diisi gril berbentuk panel hitam dengan logo Mercedes-Benz yang cukup besar.

Pabrikan juga akan menyediakan opsi tampilan dengan sentuhan AMG Line dan Electric Art.

Mercedes-Benz EQE 350 2021

Mercedes-Benz EQE 350 (Foto: Mercedes-Benz)

Sementara interiornya siap memberikan kenyamanan yang baik. Pabrikan mengklaim bahwa EQE memiliki ruang yang lebih luas dibanding E-Class model terkini.

Fitur unggulan yang bisa ditemui di dalamnya antara lain pengimplementasian MBUX Hyperscreen.

Fitur ini ibarat menyatukan semua panel instrumen dalam satu layar besar sehingga benar-benar memperlihatkan tampilan yang futuristis.

Jarak Tempuh yang Baik

Terlepas dari itu semua, mobil ini menawarkan jarak tempuh yang cukup jauh.

Pabrikan mengklaim EQE 350 bisa diajak berkendara hingga 545-600 km dalam sekali pengecasan penuh.

Semua varian EQE menggunakan motor listrik yang menempel pada as roda belakang.

Sumber tenaganya sendiri berupa baterai lithium-ion yang terdiri dari sepuluh modul.

Pabrikan melengkapi mobil ini dengan peranti lunak manajemen tenaga yang dikembangkan in-house. Fungsi yang diandalkan ialah kemampuan pemutakhiran lewat cara over the air (OTA).

Dengan begitu manajemen tenaga EQE selalu mendapatkan penyempurnaan selama life cycle-nya.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts