Home » Mobil » Sejarah General Motors di Indonesia, Pabrikan Mobil Asing Pertama yang Merakit Mobil Secara Lokal

Sejarah General Motors di Indonesia, Pabrikan Mobil Asing Pertama yang Merakit Mobil Secara Lokal

Sejarah General Motors di Indonesia sudah ada sejak jaman Belanda

Jakarta – General Motors resmi menghentikan penjualannya di Indonesia. Raksasa otomotif asal Detroit, Amerika Serikat ini nantinya hanya melayani purna jual mobil merek Chevrolet di Indonesia. Bagi Carmudian yang belum tahu, General Motors dalam sejarah ialah pabrikan pertama yang merakit mobil di Indonesia.

Chevrolet melalui General Motors mengawali kiprahnya masuk ke Hindia Belanda (nama Indonesia saat itu) pada 3 Februari 1927. Pabrikan Amerika Serikat ini mendirikan perusahaan perwakilan dengan nama NV General Motors Java Handel Maatschappij (NVGMJHM) atau PT Perusahaan Dagang General Motors Jawa jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia.

Seiring kebutuhan mobil yang terus meningkat di Hindia Belanda, mendorong GM membangun pabrik perakitan di Tanjung Priuk pada 1938 untuk merek Chevrolet. Perakitan mobil yang dibangun General Motors masih ada sampai sekarang dan dikenal sebagai kawasan Gaya Motor. Fasilitas perakitan (assembling) milik GM ini sekaligus menjadi pabrik perakitan mobil yang pertama di Indonesia.

Saat Amerika Serikat menyatakan deklarasi Perang Dunia II pada 8 Desember 1941, turut meningkatkan produksi mobil GM di Gaya Motor. Netherlands East Indies Army sebagai sekutu AS memesan kendaraan truk, peralatan bengkel, mesin-mesin berat, dan suku cadang kepada NVGMJHM.

Sayangnya itu tidak bertahan lama, Belanda harus bertekuk lutut saat ekspansi Jepang ke kawasan Asia Timur Raya. Indonesia yang dianeksasi oleh tentara Jepang memaksa kegiatan operasional NV GMJHM dibekukan pada 24 Maret 1942. Tentara Jepang pun menangkapi staf dan karyawan NVGMJHM yang berkebangsaan Amerika Serikat, Inggris dan Belanda.

Pabrik Chevrolet di Tanjung Priuk itu pun kemudian dikuasai oleh tentara Jepang. GM Corp selaku perusahaan Induk lantas menarik seluruh investasinya dari NVGMJHM pada 31 Desember 1942. Sejarah General Motors di Hindia Belanda pun sempat terhenti selama Perang Dunia II.

Beralih Tangan ke Perusahaan Lokal

Tingginya permintaan mobil asal Amerika Serikat mendorong GM Overseas Operation cabang Jakarta pasca Perang Dunia II kembali. Tujuannya selain membuka usaha perakitan mobil di Indonesia juga menjaga kelangsungan operasional di bekas jajahan Belanda. Namanya lantas diganti menjadi Djakarta Branch sebagai pihak yang mengoperasikan pabrik perakitan mobil.

Perakitan mobil GM akhirnya berhenti pada bulan April 1955. Seluruh aset yang tercatat dalam daftar GM Java dan Djakarta Branch dijual kepada Gaja Motor (Gaya Motor), yaitu sebuah perusahaan lokal Indonesia.

Sejarah General Motors, Buka Pabrik di Bekasi pada 1995

Berselang empat dekade kemudian, GM kembali membuka pabrik mobil di Indonesia, letaknya di daerah Pondok Ungu, Bekasi. Pabrik ini terakhir kali digunakan untuk memproduksi Chevrolet Spin untuk kawasan Asia Tenggara. Namun, pasang surut produksi GM di Indonesia kembali terjadi, karena pabrik tersebut akhirnya ditutup total pada 2015 lalu.

Chevrolet Trax Premier Copper SUV di bawah Rp350 juta
Chevrolet Trax Premier Copper kini tinggal sejarah (Foto: General Motors Indonesia)

Produksi kemudian dialihkan ke India, dan GM di Indonesia hanya fokus melakukan pemasaran mobil dan layanan purna jual. Kiprah raksasa otomotif Amerika ini di Indonesia harus terhenti pada 28 Oktober 2019. GM menyatakan tidak lagi melakukan penjualan mobil dan hanya melakukan bisnis aftersales sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen mereka.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Baru Dua Tahun di Indonesia Wuling Motors Ekspor Mobil Pakai Logo Chevrolet

Previous post
Sedih, Ini Alasan General Motors Berhenti Jualan Mobil di Indonesia
Next post
KTB Perkuat Kegiatan Belajar Siswa melalui Donasi Alat Praktik untuk SMK