Home » Tips dan Trik » Waspada, Ini Arti Kerusakan Saat Indikator di Dashboard Mobil Menyala

Waspada, Ini Arti Kerusakan Saat Indikator di Dashboard Mobil Menyala

Indikator di mobil akan menyala saat terjadi masalah teknis atau malfungsi.

Jakarta – Panel instrumen pada dashboard tidak melulu hanya menampilkan kecepatan dan putaran mesin mobil. Pada dashboard juga terdapat banyak indikator yang menjadi sinyal apabila terjadi masalah atau kerusakan. Untuk itu, kalian wajib memahami makna dari indikator di dashboard mobil terlebih dahulu untuk antisipasi bila suatu saat menyala.

Ada cukup banyak indikator yang terdapat pada dashboard mobil. Setidaknya, kalian perlu memahami tujuh indikator penting di dashboard agar dapat mendeteksi masalah pada mobil sedini mungkin. Indikator tersebut antara lain Oli, Check Engine, Temperatur, Tangki Bahan Bakar, Aki/Baterai, ABS, dan tekanan ban di beberapa mobil.

Kalian wajib ingat, jangan pernah memaksa mengendarai mobil ketika lampu indikatornya masih terus menyala. Kalau kamu nekat mengemudi dengan lampy indikator terus menyala, kerusakan pada mobilmu mungkin akan bertambah parah. Sebaiknya, periksa bagian mesin mobil secara keseluruhan.

Banyak pemilik mobil yang cemas apabila lampu indikatornya tidak kunjung mati. Kalian mungkin akan bingung juga bila lampu indikator tersebut suka hidup mati hidup mati. Salah satu cara yang lazim dilakukan untuk memastikan kerusakannya yaitu dengan mencopot kepala aki.

Cara ini dilakukan karena kadang lampu indikator menyala hanya karena sedikit eror pada sistemnya. Bila memang tidak ada masalah atau kerusakan, maka lampu indikator akan mati setelah kita mencopot kepala aki selama beberapa menit. Bila lampu indikator atau check engine masih tetap hidup, kita perlu melakukan pemeriksaan di bengkel untuk mengetahui kerusakannya.

Scan ini berguna untuk mengecek kerusakan apa yang terjadi, hingga menyebabkan lampu indikator terus menyala. Apabila kerusakan yang terjadi pada mobilmu cukup parah, sebaiknya ganti komponen yang rusak secepatnya agar lampu indikator dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Supaya tidak bingung, yuk kita kenali fungsi indikator di mobil yang penting kita pahami.

Indikator Oli di Dashboard Menyala

Lampu Indikator Oli menyala akibat ada masalah pada pelumasan mesin. Kita perlu mencari tahu penyebab masalahnya, karena bisa jadi berasal dari kerusakan di bagian mesin. Foto/Istimewa.

Ketika indikator oli menyala, maka hal ini menandakan jika sirkulasi oli mobil terganggu kinerjanya. Biasanya indikator oli akan menyala sesaat setelah kontak ‘ON’ tapi kemudian akan mati lagi. Indikator akan menyala ketika bagian pelumasan ini bermasalah.

Mesin Suzuki Jimny yang sudah ditambahi turbo. (Foto: Carscoops)

Bisa juga indikator ini menandakan jika volume oli mobil berkurang signifikan. Untuk antisipasi, kita perlu menambahnya supaya bisa kembali melanjutkan perjalanan. Ada 3 hal yang menyebabkan indikator oli menyala, yaitu :

  • Switch oli bermasalah. Bisa jadi kabel putus atau memang switchnya sudah tidak bekerja maksimal atau bahkan rusak sama sekali.
  • Tekanan sirkulasi oli di mesin mobil berkurang. Penyebabnya bisa karena pompa oli mulai rusak, tidak mensirkulasikan oli ke seluruh komponen internal mesin yang bergerak.
  • Oli sudah saatnya ganti tapi tidak diganti. Oli lama yang sudah terlalu encer tidak bisa melumasi mesin dengan optimal.
  • Volume oli berkurang, atau bahkan habis. Hal ini disebabkan boleh jadi karena ada seal mesin yang bocor, atau bisa jadi piston dan ringnya sudah aus sehingga oli ikut masuk ke ruang pembakaran.

Indikator Check Engine

lampu indikator
Jangan Anggap Remeh Lampu Indikator Mesin yang Menyala. Foto/Istimewa.

Indikator yang satu ini menandakan jika ada salah satu sparepart mobil yang tidak beres dan penyebabnya pun beragam. Apabila indikator ini terus hidup maka tidak ada salahnya untuk segera ke bengkel mobil terdekat untuk scanning supaya kita bisa segera memperbaiki kerusakan tersebut.

Segera menepi dan buka kap mesin untuk mmeriksa apakah ada kebocoran atau kabel yang terbakar. Kerusakan itu memang biasa terjadi, terutama pada bagian kabel busi. Namun bila kondisi kabel-kabelnya utuh dan bagus, bisa jadi masalah berasal dari sensor-sensor seperti Sensor Aliran Massa Udara dan Sensor Oksigen.

Indikator Temperatur

Lampu Indikator Suhu Mesin, bila menunjukkan warna merah menandakan pendinginan mesin ada masalah. Foto/Istimewa

Ketika indikator temperatur menyala maka hal ini menandakan jika suhu di mesin mobil melebihi batas normal. Ketimbang mesin jadi semakin overheat, maka sebaiknya kita segera matikan AC mobil, radio, ataupun sistem lainnya yang menyebabkan mesin bekerja keras.

Ada dua jenis lampu indikator temperatur ini, ada yang menggunakan jenis analog memakai jarum atau ada pula yang menggunakan lampu indikator. Jika indikator menyala maka anda perlu mencurigai bahwa sistem pendingin mesin mengalami malfungsi, seperti kipas pendingin.

Penyebab radiator mobil rusak.
Penyebab radiator mobil rusak. Foto/Istimewa

Untuk indikator yang digital, kita cuma bisa melihat lampu indikator suhu berwarna merah atau biru. Jika berwarna biru, biasanya indikator menunjukkan suhu mesin belum cukup panas untuk bekerja. Jika berwarna merah, artinya radiator dan mesin sudah terlalu panas.

Penyebab overheat bisa juga karena air radiator berkurang atau ada kebocoran di saluran radiator. Apabila cairan radiator berkurang di reservoir, kita juga bisa menambahkan cairan coolant atau pendingin supaya suhu mobil kembali stabil.

Indikator Tangki Bahan Bakar

MID Suzuki SX4 S-Cross yang lengkap. Foto/Carmudi

Kehabisan bahan bakar adalah salah satu permasalahan yang sering dialami oleh pengendara. Kita mungkin pernah mengalami dimanapun ketika melakukan perjalanan jauh ataupun dekat. Sebenarnya kita bisa tahu jika mobil kesayangan hampir kekurangan bahan bakar melalui indikator tangki bahan bakar yang tiba-tiba menyala.

Indikator ini akan menyala ketika bahan bakar di mobil kita kurang dari 1/8 tangki bahan bakar. Alangkah baiknya, bila kita terbiasa kembali mengisi bahan bakar saat indikator masih menunjukkan setengah tangki.

Indikator Baterai/Aki

Lampu Indikator Accu. Foto/Istimewa

Indikator yang satu ini menandakan jika ada yang tidak beres dengan aki mobil. Jika lampu indikator accu atau baterai menyala terus, sebenarnya mobil masih bisa untuk digunakan.

Kondisi ini kadang bisa terjadi akibat aki mobil tegangannya jauh di bawah standar. Bisa jadi penyebabnya listriknya tekor, overcharge, ataupun kabel aki ada yang putus. Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah maupun di atas 13 volt sampai 15,2 volt.

Perbedaan aki basah dan kering
Perbedaan aki basah dan kering. Foto/Istimewa.

Ketika indikator ini menyala maka kita perlu segera memeriksa tegangan listrik di aki berikut jalur kelistrikannya. Selain akibat kondisi baterai yang melemah, bisa jadi indikatornya menyala karena menunjukkan terjadinya masalah pada dinamo ampere. Soket alternator kendur atau karbon brush sudah habis atau aus, mengakibatkan dinamo alternator tidak bisa bekerja untuk menghasilkan listrik.

Apabila tegangan aki sudah sangat sedikit dan tidak sempat untuk strum aki, tak ada salahnya kita menggantinya dengan aki yang baru agar perjalanan pun bisa kembali dilanjutkan. Namun, bila tegangan aki masih tekor juga, sebaiknya lakukan penggantian kondisi karbon brush atau slip ring yang terdapat di dinamo alternator bila sudah aus.

Indikator ABS Menyala

Lampu Indikator ABS. Foto/Istimewa.

Indikator satu ini hanya bisa ditemui pada mobil yang sudah dilengkapi dengan sistem ABS. Dalam kondisi normalnya, lampu indikator ABS ini seharusnya mati setelah beberapa detik saat kunci kontak di posisi On.

Banyak sekali orang yang mulai panik apabila melihat lampu indikator ABS yang menyala terus. Sebenarnya, kita tidak perlu panik saat melihat lampu indikator ABS di dashboard tidak kunjung mati. Kecemasan ini muncul karena dikhawatirkan efek antiselipnya tidak berfungsi.

Padahal, kita masih bisa membawa mobil dengan normal asalkan tidak melakukan pengerman mendadak. Ketika indikator ini menyala, maka kita memang perlu segera membawa mobil kesayangan ke bengkel mobil terdekat. Pasalnya, sistem ABS bekerja dengan sistem elektronik Untuk mengatur pengereman masing-masing roda.

Untuk memastikan apakah tidak ada kerusakan, kita bisa melakukan pengecekan sendiri sebelum dibawa ke bengkel. Dikutip dari laman Velozownersclub, kita dapat menghilangkan dengan memacu mobil dengan kecepatan sekitar 60km/jam di jalanan yang kosong dan melakukan pengereman mendadak, lakukan 2-3 kali dan indikator ABS yang menyala akan menjadi mati.

Lampu ABS ini kadang terus menyala setelah kita habis bongkar rem atau shockbreaker. Biasanya, kabel speed sensor putus atau mungkin sensor ABS cuma kotor. Apabila cuma kotor, mungkin oleh pihak bengkel bisa langsung dibersihkan. Tapi bila ada kabel yang putus, mau tidak mau kita harus memperbaiki atau bahkan menggantinya.

Indikator Tekanan Ban Mobil Menyala

Indikator TPMS menyala pertanda bila tekanan angin ban berkurang dari standarnya (Foto: Dunlop)

Ketika indikator ini hidup, maka berarti ada yang tidak beres dengan kondisi ban mobil kita. Biasanya disebabkan akibat kurangnya tekanan angin pada ban. Mungkin tekanannya hanya berkurang 1-3 PSI saja tapi cukup riskan bila dibiarkan.

Bridgestone luncurkan ban baru untuk mobil sport
Bridgestone luncurkan ban baru untuk mobil sport, Potenza S007A. Foto: Carmudi

Sebaiknya kita segera ke bengkel mobil atau tukang tambal ban terdekat untuk mengisi kembali angin ban. Kondisi ban yang kempes bisa menyebabkan kita kehilangan kendali akan mobil alias selip.

Bahkan bisa jadi mobil akan mengalami kecelakaan ketika tekanan angin berkurang dan menyebabkan pecah ban. Ban yang dibiarkan kempes ini lama-lama bisa rusak permanen karena kawat didalamnya ada yang putus.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

 

Previous post
DFSK Berikan Cicilan Ringan untuk Dongkrak Penjualan
Next post
Ikuti Imbauan Pemerintah, Shop&Drive Kurangi Jumlah Toko yang Beroperasi