Home » Berita » Bosch Pamerkan Teknologi Electric Vehicle di GIIAS 2019

Bosch Pamerkan Teknologi Electric Vehicle di GIIAS 2019

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch turut hadir di GIIAS 2019, mencoba kenalkan teknologi keselamatan. (Foto: Carmudi/Rizen

Tangerang Selatan – Selain diramaikan oleh pameran otomotif, GIIAS 2019 juga diramaikan dengan berbagai teknologi terbaru seperti teknologi kendaraan listrik dan lain sebagainya, salah satunya Bosch. Perusahaan penyedia layanan dan teknologi ini kembali memamerkan teknologi terbarunya di GIIAS 2019.

Di GIIAS kali ini, Bosch kembali memamerkan teknologi kendaraan listriknya kepada para pengunjung yang hadir. Ada beberapa produk yang dipamerkan Bosch di GIIAS 2019, mulai dari iBooster, ESP, teknologi hybrid, dan teknologi yang tersemat pada eScooter. Di ajang pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara ini, Bosch juga mencoba untuk memberikan edukasi mengenai keterbaruan fitur kendaraan listrik di Indonesia.

Perangkat-perangkat yang dipamerkan Bosch disebut mampu menjadi gerbang pembuka wawasan masyarakat di Indonesia mengenai teknologi kendaraan listrik.

“Pemerintah Indonesia berharap jumlah kendaraan listrik dapat mencapai 20% dari keseluruhan moda yang ada. Target kami semoga ada 400 ribu unit pada 2025 mendatang,” buka Andrew Powell, Managing Director Bosch Indonesia, Jumat (19/7/2019) kemarin di IC_BSD, Tangerang Selatan.

Bosch Beri Wawasan Kendaraan Listrik ke Pengunjung GIIAS 2019

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan. (Foto: Carmudi/Rizen)

Lebih lanjut lagi Andrew mengatakan jika langkah yang dilakukan oleh Bosch dapat membuka wawasan masyarakat mengenai kendaraan listrik dan perangkat keselamatan di Indonesia. Sutinee Phongmode, Marketing Manager Chassis Systems Control menambahkan jika perangkat keamanan yang digunakan pada mobil sudah seharusnya ditingkatkan.

“Sistem pengereman ABS ini memang sudah seharusnya ditingkatkan. Karena pengereman ini menjadi salah satu perangkat keamanan yang sudah seharusnya tertanam di kendaraan modern,” tambah Sutinee.

Perangkat ABS ini sebenarnya bukanlah perangkat keamanan dan keselamatan terbaru yang ada di dunia otomotif. Lantas, bagaimana dengan kendaraan yang sudah berumur, apakah teknologi ini dapat disematkan?

Andrew pun kembali menjelaskan lebih lanjut lagi, jika kendaraan berumur tidak dapat dipasangkan teknologi ini.

Retro fitted atau memasukkan teknologi modern ke mobil berumur. Ternyata fitur modern yang diproduksi oleh Bosch ini tidak bisa dipakai di mobil tua,” tutur Andrew.

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.

Sistem Pengereman ABS Dinilai Mahal

Berbagai produsen otomotif pun kini sudah menanamkan fitur tersebut pada produk terbarunya. Perangkat ABS ini dinilai menjadi perangkat keselamatan yang sudah seharusnya ada. Namun, beberapa negara di wilayah Afrika, Timur Tengah dan ASEAN menganggap jika teknologi ini bukanlah hal yang wajib.

“Beberapa negara di Afrika, Timur Tengah dan ASEAN memang belum memiliki regulasi mengenai hal ini. Namun beberapa wilayah ini bisa meniru langkah India untuk membuat regulasi keamanan kendaraan dengan standar ABS. Tapi regulasi keselamatan penggunaan kendaraan di india sudah cukup baik. Walaupun kondisi ekonomi India sedikit di bawah Indonesia, tetapi penggunaan ABS ini menjadi utama,” sambung Andrew.

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.

Sebenarnya masih banyak kendaraan yang belum dibekali ABS. Ada beberapa alasan terkait hal ini, salah satunya adalah perangkat komponen ABS dianggap memiliki banderol harga yang mahal dibanding sistem pengereman yang konvensional. Namun, Andrew menilai jika ABS sebenarnya bukanlah komponen yang mahal.

“Kalau disebut mahal, harga ABS ini tidak mahal jika dibandingkan dengan konsekuensi yang dipertaruhkan. Karena keselamatan jauh lebih penting dibandingkan dengan harga komponen yang didapatkan. Karena uang bukanlah segalanya dibandingkan dengan keselamatan atau nyawa dari si pengguna kendaraan tersebut,” lanjut Andrew.

Di ajang pameran GIIAS 2019, Bosch juga turut menampilkan teknologi pengisian kendaraan hybrid. Tak hanya itu, ada juga kendaraan listrik bernama eScooter yang dipajang di booth Bosch. Lewat keikutsertaan Bosch, diharapkan mereka mampu mendukung percepatan mobilitas listrik di Indonesia.

DFSK Glory
Previous post
DFSK Glory Day Ajak Konsumen Bentuk Komunitas Pertama
New Viar Q1 pre-launching di GIIAS 2019
Next post
Viar Rilis New Q1 di GIIAS 2019, Harga Masih Dirahasiakan