Home » Tips dan Trik » Cara Menghemat BBM dengan Mudah, Tidak Perlu Utak-Atik Mobil atau Motor

Cara Menghemat BBM dengan Mudah, Tidak Perlu Utak-Atik Mobil atau Motor

Tips Hemat BBM
Cara menghemat BBM bisa kita lakukan dengan mudah

Jakarta – Seiring bertambahnya jumlah kendaraan, pastinya kebutuhan BBM terus meningkat. Bahan bakar fosil tentunya tidak dapat diperbarui sehingga kita perlu menggunakannya dengan bijak. Agar tidak tekor, kita perlu tahu cara menghemat BBM secara bijak.

Dengan demikian, konsumsi bahan bakar pada kendaraan juga bisa ditekan dan ujung-ujungnya pengeluaran kita pun bisa dihemat. Tidak perlu sampai mengutak-atik mesin mobil atau motor, kita bisa menghemat BBM dengan cara yang mudah dan tanpa biaya.

Salah satu fokus utama saat kita ingin menekan konsumsi BBM yaitu berkendara secara efektif. Artinya, perjalanan yang kita lakukan dalam kondisi lalu lintas yang lancar serta berkendara dengan kalem. Selain itu, kita juga perlu memperhitungkan beberapa hal yang mengganggu sisi aerodinamika mobil sehingga hambatan angin berkurang.

Tujuannya, agar mesin mobil tidak bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga lebih karena mobil ‘nabrak angin’. Fokus lainnya yang dalam usaha menghemat konsumsi BBM yaitu dengan meminimalisir bobot kendaraan. Artinya, kita perlu menyingkirkan barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan selama perjalanan. Ini juga membuat kabin dan bagasi lebih lega karena tidak disesaki barang bawaan.

Berikut ini cara menghemat BBM secara bijak, kalian pasti bisa mengikutinya.

Tidak Berkendara di Jam-Jam Sibuk

Sepeda motor saat ini juga menjadi penyumbang polusi terbesar
Sepeda motor saat ini juga menjadi penyumbang polusi terbesar

Mengendarai mobil di jam sibuk adalah mimpi buruk. Carmudian akan semakin lelah karena harus tetap fokus dalam lalu lintas yang padat dan juga banyak bahan bakar yang terbuang percuma.

Terjebak dalam kemacetan adalah cara paling mudah untuk menghabiskan bahan bakar kendaraan dengan lebih cepat. Setiap kali Carmudian melakukan manuver stop and go dalam kemacetan dan mengandalkan gigi satu pada transmisi, bahan bakar mobil akan terbuang lebih banyak.

Menggunakan gigi dua pun tidak akan berbeda jauh kondisinya jika dimulai dari posisi diam, bahkan membuat kerja mesin lebih berat. Saat angkatan awal, mesin biasanya bekerja dalam putaran cukup tinggi dan pastinya minum bahan bakar lebih banyak.

Solusi terbaik adalah untuk menghindari mengendarai mobil atau ketika mengetahui kondisi jalanan dalam jam-jam sibuk yang seringkali macet. Hindari kemacetan dengan berangkat lebih awal atau mendekati akhir jam sibuk. Jangan sampai, kita berada di tengah atau buntut kemacetan karena akan membuang waktu lama di perjalanan.

Dengan bantuan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze, kita bisa memperhitungkan waktu tempuh dan titik mana saja yang terjebak macet. Bila memang terpaksa harus berkendara di jam sibuk, sebaiknya siapkan rute-rute alternatif untuk menghindari titik kemacetan.

Berakselerasi dengan Halus, Cara Mudah Menghemat BBM

Ayla Turbo
Ayla Turbo Akselerasinya Lambat

Tidak ada gunanya Carmudian menginjak gas mobil dengan kasar dari posisi diam ketika lampu lalu-lintas berubah warna menjadi hijau. Kalian berkendara di jalan raya, dan bukan di sirkuit yang dituntut agresif. Cara terbaik untuk berkendara adalah berakselerasi dengan halus dan tidak tergesa-gesa.

Intinya adalah bersikap lebih sabar dalam berkendara, hasilnya konsumsi bahan bakar bisa lebih irit. Hindari menyalip mobil lain bila tidak tergesa-gesa, karena akan memaksa Anda untuk menginjak gas dengan lebih kasar. Alangkah lebih baik jika Anda tidak terlalu sering menyalip kendaraan lain jika memang ingin menghemat pemakaian bahan bakar. Jika di depan Anda adalah lampu lalu lintas, tentu percuma jika menyalip mobil di depan. Karena pada akhirnya Anda juga akan terjebak di lampu merah yang sama di depan dengan mobil tersebut. Mengemudi dengan santai dengan cara menjaga kecepatan tetap stabil dan tidak kebut-kebutan dapat menjadi solusi penghematan konsumsi bensin dan satu sisi juga mengurangi risiko kecelakaan.

Bahan bakar akan semakin boros digunakan ketika mobil dipaksa untuk terus berlari di kecepatan tinggi. Energi yang dibutuhkan oleh mesin menjadi besar sehingga bahan bakar yang harus disalurkan juga menjadi lebih besar.

Mengamati pergerakan mobil di depan Anda adalah cara lain untuk menghemat bahan bakar dalam kondisi macet. Carmudian perlu mengatur kecepatan mobil sehingga Anda tidak perlu terlalu sering untuk berhenti atau mengerem.

Salah satu cara untuk mendapat dorongan tenaga saat perlu berakselerasi yaitu dengan kickdown pedal gas untuk mendapat tenaga lebih saat ingin menambah kecepatan. Putaran mesin secara berangsur meningkat dan tenaga juga ikut bertambah. Dengan menurunkan gigi satu tingkat, artinya kita sedikit memaksa mesin langsung berputar di Rpm tinggi dan efeknya mesin perlu lebih banyak menenggak bahan bakar.

Cara Menghemat BBM yang Efektif, Tidak Sembarangan Engine Brake

uji coba penerapan sistem rem darurat otomatis

Kebiasaan yang satu ini kerap dilakukan oleh pengendara ‘berjiwa balap’. Mereka sering melakukan deselerasi mendadak, dengan memaksa engine brake beberapa sesaat dari proses pengereman. Cara ini dilakukan dengan menurunkan gigi ke posisi lebih rendah tanpa proses pengereman yang memadai.

Mesin pun menjerit saat turun ke posisi gigi yang lebih rendah karena berada di putaran mesin yang tinggi. Perilaku seperti ini jelas mempengaruhi efisiensi bahan bakar. Memang, deselerasi jadi lebih cepat tapi imbasnya konsumsi bahan bakar membengkak.

Mesin yang bekerja pada putaran tinggi otomatis butuh asupan bensin yang lebih besar. Saat deselerasi sebaiknya tetap harus mengikuti irama mesin, jangan sampai putarannya terlalu tinggi.

Langkahnya awali dengan pengereman secara proporsional, setelah dirasa putaran mesin mulai turun lakukan perpindahan gigi setahap demi setahap. Hentakan mesin dari putaran tinggi bisa lebih direduksi apabila memakai kopling manual.

Agar tidak terjadi hentakan berlebihan ketika engine brake, maka gunakan kopling berbarengan dengan saat kita mengerem. Di saat yang bersamaan, turunkanlah posisi gigi sesuai dengan kecepatan.

Matikan AC Jika Udara dalam Kondisi Sejuk

Kia Picanto GT dashboard bergaya floating dengan AC digital

Tidak menggunakan AC dan memanfaatkan ‘AC alam’ dalam berkendara dapat menghemat bahan bakar. Karena dengan mematikan AC berarti meringankan kerja mesin dan kipasnya. Namun Anda seharusnya tidak membuka jendela terlalu lebar yang dapat menciptakan wind noise yang justru akan membuat trik ini sia-sia.

Namun bila kita dalam kondisi berkendara jarak jauh yang butuh kecepatan cukup tinggi, sebaiknya tetap gunakan AC namun dalam suhu ruangan antara 23-25 derajat Celcius. Sebab, dengan membuka kaca jendela dan sunroof akan menambah koefisien drag dan wind noise.

Kaca jendela atau sunroof yang terbuka lebar, ternyata membuat pemakaian bahan bakar mobil menjadi jauh lebih banyak. Hambatan angin semakin banyak, karena masuk juga ke dalam kabin. Selain itu, efek dari udara bebas ini bisa membuat kabin lebih kotor karena debu.

Lepaskan Roof Rack Saat Tidak Digunakan

5 Aksesoris Mudik
Roof Rack jadi aksesoris mobil paling banyak dicari jelang mudik. Foto/Google

Roof rack untuk meletakkan barang di atap mobil jauh lebih aman dan mudah. Bagasi atap ini sangat membantu bila kita bepergian jarak jauh bersama keluarga seperti ketika mudik. Di luar itu, pemakaian roof rack dapat membuat konsumsi bahan bakar mobil jauh lebih tinggi karena penggunaannya.

Efek memasang roof rack sama seperti membiarkan kaca jendela atau sunroof terbuka karena menambah hambatan angin di mobil. Roof rack bukan sekedar untuk gaya-gayaan, pastikan penggunaan roof rack hanya pada waktu-waktu tertentu saat Anda benar-benar membutuhkannya.

Perhatikan Tekanan Angin pada Ban

Bridgestone luncurkan ban baru untuk mobil sport
Menjaga tekanan ban yang ideal menjadi cara mudah menghemat BBM (Foto: Carmudi/Santo)

Hal yang seringkali terlupakan yaitu tidak memperhatikan tekanan angin. Mobil yang kita kendarai dalam kondisi tekanan di bawah standar pabrikan. Kondisi ban harus terus diperhatikan agar dapat dipastikan bahwa kendaraan dapat melaju dengan mulus. Dengan tekanan angin yang tepat, maka kinerja mesin jadi optimal karena tidak banyak bergesekan dengan aspal.

Berdasarkan teori fisika, jika tekanan udara pada ban kurang maka akan membutuhkan gaya yang lebih besar pula. Hal itu dikarenakan luas penampang ketika ban kempes menjadi lebih besar. Apabila tekanan ban cukup, maka luas penampangnya menjadi kecil dan lebih ringan untuk digerakkan.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Marak Aksi Pencurian Ban Mobil, Begini Cara Antisipasinya

Previous post
Toyota Rilis Alphard dan Vellfire Terbaru, Banjir Fitur Keamanan
Astra Auto Fest 2020 resmi dibuka di BSD, Tangerang
Next post
Astra International Beberkan Kondisi Industri Otomotif Imbas Virus Corona