Home » Berita » Kakorlantas Beberkan Faktor Laka Lantas Turun Selama Mudik Lebaran 2019

Kakorlantas Beberkan Faktor Laka Lantas Turun Selama Mudik Lebaran 2019

Kendaraan pemudik menuju Jakarta (Foto: Ilustrasi/Jasa Marga)

Jakarta – Pengamanan arus mudik atau dikenal juga dengan Operasi Ketupat 2019 telah bekrakhir, Senin (10/6/2019). Selama 12 hari pelaksanaan tercatat terjadi penurunan Kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri dalam keterangan resminya mengatakan laka lantas selama musim mudik lebaran 2019 turun sekira 65 persen dibanding tahun lalu.

“Jumlah laka lantas selama 12 hari kita melaksanaan operasi, berjumlah 1.491 di tahun 2018. Tahun ini jumlah laka dengan waktu yang sama 529. Kemudian yang meninggal dunia di tahun lalu 331 sedangkan tahun ini 132. Kemudian yang luka berat tahun 2018 adalah 391 di tahun ini 97. Luka ringan tahun 2018 berjumlah 1.890. Sementara 12 hari operasi ketupat luka ringan 1.638,” beber Kakorlantas seperti dikutip dari ntmcpolri.info, Selasa (11/6/2019).

Dirinya menambahkan, penurunan angka kecelakaan kendaraan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019 dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya mulai terciptanya budaya sadar akan keselamatan.

“Faktor-faktor pendukung apa penyebab angka itu turun secara signifikan. Bahwa mungkin kita tahu semua kita menggelar kampanye keselamatan lalu lintas, kita siarkan dan sampaikan yang kita kenal dengan milenial road safety. Kemudian bulan empat akhir dan lima awal kita melaksanakan operasi keselamatan lalin selama 14 hari,” terang Kakorlantas.

Selain itu lanjut Kakorlantas, faktor lainnya adalah infrastruktur jalan yang kini semakin baik dibandingkan tahun lalu. Termasuk juga sarana dan prasarana pendukung.

Pembuktian Pembangun Infrastruktur

Perjalanan mudik tahun ini terbilang lebih lancar dibanding tahun lalu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kota ke kota baik di Pulau Jawa maupun Sumatera dan penyiapan strategi-strategi untuk mengurai kemacetan menjadikan penyelenggaraan mudik 2019 berjalan lancar.

“Tahun 2019 merupakan suatu pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat dari kota ke kota. Terbukti perjalanan mudik tahun ini dari jakarta ke semarang 6 jam, Jakarta ke Solo 8 jam, Jakarta ke Surabaya kurang dari 10 jam. Hal yang sangat menggembirakan terutama bagi pemudik. Masyarakat puas karena mudik tahun ini lancar,” ujar Menhub Budi.

Tidak hanya melalui segi infrastruktur, menurut Budi keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini juga merupakan kerjasama yang baik antar stakeholder.

Arus Balik Diperkirakan Masih Terjadi

Jumlah kendaraan pemudik yang melintas ke arah Jakarta sudah mencapai 1 juta kendaraan atau sekira 65 persen dari total 1,3 juta kendaraan saat arus mudik. Diperkirakan masih ada ratusan ribu kendaraan lagi akan kembali ke Jakarta pada 15 sampai 17 Juni 2019.

“Melihat yang belum kembali, dari 100 persen kendaraan yang baru kembali itu angka 65 persen atau dari 1,3 juta yang mudik saat itu, yang kembali baru satu juta, yang 350 ribu belum kembali,” kata Kakorlantas.

Previous post
Punya Mesin Diesel Modern? Jangan Diberi Solar Kualitas Rendah
Carmudi
Next post
Cara Kredit Mobil Bekas yang Aman dan Nyaman