Home » Tips dan Trik » Perawatan Motor Metik Bore Up, Servis Berkala Jangan Sampai Ngaret

Perawatan Motor Metik Bore Up, Servis Berkala Jangan Sampai Ngaret

Aki Yuasa
Perawatan motor metik bore up tidak sulit namun harus rutin

Jakarta – Salah satu cara yang umum dilakukan bikers untuk meningkatkan performa tunggangan mereka yaitu dengan cara bore up. Modifikasi dengan menaikkan kapasitas mesin ini bertujuan menambah tenaga yang dihasilkan. Perawatan motor metik bore up sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, tapi harus dilakukan secara rutin lho.

Secara umum, motor bore up telah memakai piston yang ukurannya diperbesar dari kondisi standar. Akibatnya, mesin lebih cepat panas sebagai konsekuensi tingkat pembakaran yang lebih besar. Untuk itu, pendinginan mesin senantiasa dalam kondisi optimal agar tidak terjadi overheat dan piston macet.

Biasanya, motor bore up ini ada yang sudah mengganti lift cam dengen setelan berbeda untuk sirkulasi bahan bakar yang lebih cepat dan besar. Setelah bore up, motor metik perlu mendapat perhatian khusus agar tetap awet serta mesin yang prima. Berhubung motor yang volume mesinnya sudah bertambah besar maka volume oli juga sebaiknya bertambah.

Apabila mengesampingkan atau bahkan cuek soal perawatan, maka motor metik yang sudah kalian bore up akan jadi sia-sia. Upgrade komponen untuk peningkatan performa malah jadi tidak maksimal dan durabilitasnya juga tidak tahan lama. Bukannya malah untung, cuek soal perawatan motor bore up malah bikin buntung.

Upgrade kapasitas mesin motor memang selalu ditempuh jika tenaga bawaan dirasa kurang nendang untuk dipakai harian. Biar nggak makin penasaran, yuk kita bahas lebih jauh apa dan bagaimana perawatan motor metik bore up yang mudah itu.

Perhitungan dalam Bore Up Harian

Dalam bore up untuk dipakai harian ini ada angka toleransi yang diberikan oleh setiap pabrikan. Piston bisa diperbesar dengan ukuran maksimal 1 mm (100) dari standarnya. Komponen piston dengan ukuran 25 – 100 biasanya masih dijual oleh bengkel atau authorized dealer resmi.

Paket bore up untuk motor metik

Proses bore-up bisa dilakukan secara manual di bengkel bubut. Liner boring dicoak dengan alat bubut mengikuti diameter piston yang lebih besar. Sementara itu untuk cara mudahnya, bisa membeli paketan bore-up yang sudah banyak tersedia.

Idealnya, boring liner untuk piston bore up akan lebih baik mengikuti tebal bawaan motor. Apabila bore up lebih dari 1 mm, maka kalian terpaksa memakai piston aftermarket karena tidak semua pabrikan menyediakannya. Semakin besar diameter piston yang dijejali, maka semakin tipis liner yang digunakan sehingga pelepasan panas kurang baik.

Nah, bore up harian dengan range piston 25-100 bisa dilakukan apabila piston standar sudah lemah atau aus akibat pemakaian. Tenaga sang kuda besi bisa lebih oke namun konsumsi bahan bakar tetap irit. Ukuran segitu juga sudah diperhitungkan supaya aman untuk menjaga daya tahan mesin.

Rutin Ganti Oli

Namanya motor sudah bore up, otomatis piston dibikin membengkak. Pembakaran makin besar dan friksi yang dihasilkan juga makin tinggi. Untuk itu, motor metik yang sudah di bore-up membutuhkan oli yang berkualitas baik serta dengan spek diatas oli mesin standar.

Perawatan motor metik bore up yang utama yaitu ganti oli rutin (Foto: Youtube)

Misalnya saja kalian biasa memakai oli standar dengan SAE 20W-50, 20W-40 atau 15W-50. Nah, ketika sudah bore up sebaiknya gunakan oli performa tinggi yang biasanya lebih encer, dengan SAE 10W-40 atau 10W-30. Periode penggantian oli menjadi lebih cepat dan volume oli yang digunakan juga sebaiknya ditambah.

Bicara soal volume oli, untuk rata-rata motor metik memakai oli 0,8 liter sampai 1 liter. Berhubung kerja mesin jadi lebih berat, maka sebaiknya volume oli mesin ikut ditambah saat ganti oli. Misalnya dari 0,8 liter, maka gunakan yang satu liter, atau biasa isi 1 liter maka ditambah menjadi 1,2 liter dan seterusnya.

Penambahan 0,2 liter ini bertujuan untuk antisipasi oli menyusut akibat penguapan dari suhu mesin yang kian tinggi. Perhatikan juga volume oli mesin, jangan sampai kurang. Untuk itu, lakukan pengecekan setiap 300-500 kilometer melalui dipstick.

Nah, periode ganti oli juga akan lebih singkat dibandingkan kondisi standar. Bila biasanya kalian mengganti oli antara 2.000-2.500 kilometer, maka kali ini sebaiknya diganti setiap 1.500-2.000 kilometer. Alasannya karena mesin bore-up biasanya lebih boros oli, sebelum waktunya ganti oli pasti volumenya sudah berkurang.

Untuk itu, ganti oli secara long drain interval sangat tidak disarankan. Lantas, bagaimana jika sengaja melakukan long drain interval pada motor bore up? Efeknya paling parah piston macet dan boring baret, lalu noken as terkikis karena pelumasannya tidak ada. Bila sudah begini, kalian harus turun mesin untuk mengganti bagian-bagian yang rusak tadi.

Gunakan Bahan Bakar dengan Oktan Lebih Tinggi

Bensin 7
Dispenser atau mesin pengisian bahan bakar.Foto/Carmudi Indonesia/Ben

Biasanya saat melakukan bore up, turut mengubah kompresi di ruang bakar. Piston motor memakai model dome atau kubah agar kompresi meningkat dan pembakaran makin besar. Bila sudah begini, mau tidak mau Carmudian harus mengganti bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi.

Panduan dalam memilih jenis bensin tinggal menyesuaikan berapa kompresi akhir yang dinaikkan. Misalnya, motor bawaan memiliki kompresi 9.0:1 kuat menenggak bensin dengan RON 88 atau 90. Bila setelah bore up, kompresinya naik lebih dari 10.0:1 maka sebaiknya gunakan bensin RON 92 atau bahkan RON 95 bila kompresinya mencapai 12.0:1.

Dengan jenis bahan bakar yang tepat, maka pembakaran dalam mesin tetap optimal. Ruang bakar pun tetap bersih minim kerak, dan pastinya tidak ngelitik. Konsumsi bahan bakar bisa tetap irit dan tunggangan kalian makin bertenaga.

Ubah Setting Injeksi dan Karburator

Bore up yang dilakukan pada sepeda motor ini bisa disesuaikan untuk kebutuhannya, apakah untuk sekedar pemakaian harian atau kompetisi. Bila untuk kompetisi, maka perlu juga mengganti bagian pengabutan bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi. Apabila untuk harian, bisa memakai bawaan motor namun tetap harus dibuat ‘rich’ alias kaya bensin.

Dengan debit bahan bakar yang ditambah menjadi lembab, maka kondisi di ruang bakar tidak kering dan mengurangi panas saat pembakaran berlangsung. Pada karburator, kamu perlu mengganti pilot jet atau main jet satu step dengan angka lebih tinggi supaya bensin ke ruang bakar lebih besar dari standar.

Untuk motor injeksi, cara penyetelannya sedikit lebih mudah setelah bore up harian. Cukup lakukan reset ulang injeksi pada bengkel resmi atau bengkel injeksi terpercaya. Nantinya, sistem ECU akan menyesuaikan kembali kebutuhan bensin dan udara di ruang bakar.

Ubah Gaya Berkendara

Honda PCX
Komunitas Honda PCX lakukan Touring dalam kota. Foto/AHM.

Tidak hanya soal perawatan rutin, kalian juga perlu mengubah gaya berkendara. Hindari gaya berkendara agresif yang biasa dilakukan saat mengendarai motor standar. Karena performa motor bore up sudah meningkat, maka gaya berkendara perlu lebih kalem.

Satu sisi, dengan membuka gas sedikit saja motor sudah mau ngacir. Jadi, tidak usah ngoyo betot gas banyak-banyak untuk mencapai performa puncak yang diinginkan. Dengan membuka gas secara diurut, maka turut menjaga keawetan komponen bergerak dan bergesekan seperti piston, kampas kopling, bagian CVT.

Friksi yang terjadi bisa tetap dikurangi sehingga keausan bisa semakin lama. Apabila berkendara agresif dengan buka tutup gas secara spontan, dampaknya membuat komponen tadi lebih cepat aus. Lebih parahnya lagi, vanbelt bisa cepat putus akibat seperti ditarik ulur secara paksa terus menerus.

Previous post
Harga Mobil Toyota di Kalimantan Timur Selisih Rp50 Juta, Kenapa?
Next post
Marcus Gideon Dipastikan Terima Toyota Supra Akhir Tahun