HomeBeritaPermintaan Mobil Baru Merosot, Pegawai BMW Dihantui PHK

Permintaan Mobil Baru Merosot, Pegawai BMW Dihantui PHK

Logo BMW (Foto: Bloomberg)

Berlin – BMW berencana untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jerman. Setidaknya ada 6.000 pegawai yang akan terkena PHK pada 2022. Sebab terjadinya PHK karena permintaan mobil baru secara global mengalami kemerosotan. Sebelumnya hal serupa juga pernah dilakukan oleh Nissan dan Ford baru-baru ini.

Diberitakan Bloomberg, langkah ini terpaksa di ambil oleh BMW sebagai upaya penghematan biaya. Dilaporkan pula bahwa Klaus Froehlich yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan kendaraan akan meninggalkan perusahaan pada musim panas mendatang karena drinya tidak ingin bekerja dengan CEO baru Oliver Zipse.

Menanggapi soal PHK, BMW melalui sebuah penyataan mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus untuk masa depan perusahaan dan meningkatkan efisiensi. Meski ada pemutusan kerja, tetapi BMW tidak berhenti merekrut pegawai untuk pengembangan mobil masa depan seperti otonom dan listrik.

Pada Agustus, dilaporkan bahwa pabrikan mobil asal Jerman itu berencana memilah sejumlah model dan varian untuk dirubah menjadi bertenaga listrik. Pada saat yang sama perusahaan juga berencana memangkas model dan varian bermesin konvensional termasuk peralatannya.

Perusahaan mobil mewah ini pun berencana untuk menghemat lebih dari 12 miliar euro dari sekarang hingga akhir 2022 untuk mengimbangi pengeluaran, pengembangan, dan peluncuran 25 model bertenaga listrik. BMW mengandalkan jajaran produk baru dan efisiensi untuk bersaing dengan Mercedes-Benz, karena berkurangnya permintaan di pasar menekan keuntungan di seluruh industri.

Nissan PHK 2.500 Pegawai di Indonesia dan India

Sebelum BMW, pabrikan mobil asal Jepang, Nissan juga telah mengeluarkan rencana untuk melakukan PHK kepada 2.500 pegawai di Indonesia dan India.

Di Indonesia, Nissan akan memangkas karyawan sebanyak 830 orang. Sementara di India, penjualan Nissan diakhir tahun fiskal, Maret 2019 turun 30,8 persen menjadi 36.525 kendaraan. Untuk kuartal kedua yang berakhir pada Juni, Nissan India mencatat pangsa pasar hanya 0,75 persen. Tak heran jika Nissan memutuskan untuk memangkas sebanyak 1.700 pekerja di sana.

PHK yang dilakukan Nissan tidak hanya terjadi di Indonesia dan India saja, tapi juga negara lain. Total sekira lebih dari 10 ribu pegawai yang akan diberhentikan atau 7 persen dari tenaga kerja globalnya.

Di Meksiko, Nissan mengurangi pekerja hingga 1.00 orang. Negara ini telah berfungsi sebagai pusat produksi untuk Amerika. Akan tetapi penurunan penjualan telah membuat Nissan kehilangan pangsa pasar di Meksiko.

Produsen mobil itu juga akan memangkas 880 pekerja di Jepang, 470 di Spanyol dan 90 di Inggris pada tahun fiskal 2018 dan 2019. Sebanyak 6.100 pekerja lainnya akan diputus pada tahun fiskal 2020 sampai tahun fiskal 2022.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Tutup tangki bensin
Previous post
Cara Membuka Tutup Bensin Mobil yang Belum Banyak Diketahui
Next post
Jangan Kaget, Sudah Mau Akhir Tahun Toyota Sienta 2018 Masih Dijual