Home » Reviews » 6 Kelemahan Wuling Almaz yang Patut Jadi Sorotan

6 Kelemahan Wuling Almaz yang Patut Jadi Sorotan

Wuling Almaz
Wuling Almaz. (Foto/Carmudi)

Jakarta – Sejak kemunculannya di awal 2019 dan menjadi SUV andalan Wuling yang mendapat segudang apresiasi, tidak membuat Almaz luput dari kelemahan. Mobil yang mengusung tagline ‘Drive Unlimited Way’ ini diklaim pihak produsen mengedepankan Smart Multimedia.

Sebelum membahas berbagai kelemahan Wuling Almaz, Carmudi akan membahas lebih dulu spesifikasinya secara rinci dan lengkap.

Almaz hadir dengan tampilan yang futuristik dengan berbagai keunggulan serta disebut siap menjadi pesaing utama para kompetitornya, seperti Honda CR-V, dan Toyota Rush. Spesifikasi Almaz mirip dengan Honda CR-V, tetapi harganya setara dengan HR-V.

Almaz memiliki mesin DOHC DVVT 4 Silinder dengan Turbocharger berkapasitas 1.5 liter. Tenaga Almaz cukup besar dengan adanya perangkat turbo yang diproduksi oleh Honeywell. Selain itu, transmisinya pun mengusung sistem Continuously Variable Transmission (CVT) dengan 8-Speed Simulated teknologi besutan Bosch Holland.

Soal desain, Almaz tidak mengikuti merek-merek mobil Cina jaman dulu yang hanya mengejar harga murah sehingga desainnya abal-abal. Karena merupakan bagian dari General Motors, desain Almaz mengadopsi dari Chevrolet Captiva terbaru yang tidak masuk ke Tanah Air.

Eksterior

Tampilan Wuling Almaz. (Foto: Carmudi)

Wuling Almaz memiliki dimensi yang tergolong cukup ideal dan khas SUV kekinian. Mobil ini memiliki ukuran panjang 4655 mm, lebar 1835 mm, tinggi 1760 mm, dan jarak sumbu roda 2750 mm.

Tampak jelas jika SUV asal Cina ini memiliki tampilan yang mengedepankan gaya futuristik dan kekinian. Di sisi depan, terdapat lampu utama LED dengan bentuk lampu utama menyipit seperti gaya mobil kekinian yang membuatnya terkesan garang dan maskulin.

Ditambah, gril bergaya modern dengan penyematan lampu kabut, dan lampu sein secara simetris juga memberikan kesan yang lebih modern dan khas.

Di sisi samping, Almaz sepertinya mengikuti desain wajah mobil yang mengikuti konsep futuristik. Pelek mobil ini berukuran 17 inci dengan adanya garis melalui pegangan pintu yang membuat kesan elegan.

Tidak hanya itu, pada sisi belakang, juga tampak konsep desain yang elegan dan modern dengan adanya stop lamp bergaya modern dan kekinian. Ditambah, wiper tunggal terpasang di bagian kaca belakang.

Selain itu, di bagian belakang terdapat beberapa ornamen yang mengikuti jejak SUV yang sudah ada, seperti Shark Fin antena, spoiler dengan high stop mount lamp LED, serta rear combination lamp yang ramping.

Interior

Kabin Wuling Almaz. (Foto: Santo/Carmudi)

Bagian interior Wuling Almaz tampak stylish dan terkesan modern. Kesan tersebut terlihat dari konsep dasbor yang didesain teratur seperti SUV kekinian.

Selain itu, pada bagian tengah dasbor, terdapat Head Unit dengan layar sentuh seluas 10,4 inci yang telah dilengkapi Setting Auto Air Conditioner (AC). Fitur ini memberi kemudahan pada penumpang dalam menggunakan sistem pengaturan AC mobil ini.

Tidak hanya itu, pada layar sentuh tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fitur seperti Audio Visual System, konektivitas, MP3 dan DVD, serta tombol pengaturan Home dan On/Off. Ditambah, terdapat juga fitur kamera Full Surrounded View 360 derajat yang dapat membantu pengemudi saat memarkirkan mobil ini secara aman.

Menariknya, Almaz memiliki fitur Voice Command fenomenal bernama WIND lantaran mampu mengikuti perintah suara berbahasa Indonesia. Perintah suara cerdas ini nyatanya lagi lebih sering hadir di mobil-mobil mewah seharga Rp500 juta ke atas, loh.

Fitur Voice Command pada Almaz dapat memudahkan pengemudi dan penumpang dalam menggunakan fitur-fitur di mobil tanpa menggunakan tangan, hanya dengan suara saja.

Tidak ketinggalan, Almaz dibekali layar MID yang dilengkapi dengan berbagai informasi penting, dan diperlukan oleh pengemudi saat mengendarai mobil ini. Ditambah, atap mobil sudah dibekali dengan Extensive Panoramic Sunroof yang memberi kesan mewah dan elegan.

Fitur

Wuling Almaz diklaim memiliki fitur-fitur yang cukup lengkap, termasuk fitur keselamatan. Mobil ini telah dibekali fitur rem cakram yang cukup mumpuni dalam mengendalikan laju mobil, meskipun belum dilengkapi dengan ABS.

Selain itu, Almaz juga disematkan fitur berupa Electric Parking Brake (EPB), Automatic Vehicle Holding (AHV) yang dapat mengendalikan dan memudahkan saat pengemudi memarkirkan mobil ini.

Untuk fitur kenyamanan, SUV ini sudah dibekali berbagai fitur hiburan pada Head Unit melalui layar sentuh yang dilengkapi beberapa sistem audio visual, serta sistem audio Infinity HK Speakers Series yang menjamin adanya suara bass saat mendengarkan lagu.

Data Spesifikasi Wuling Almaz

Dimensi
P x L x T4,655 mm x 1,835 mm x 1,760 mm
Jarak Sumbu Roda2,750 mm
Beban Maksimal1894 Kg – 2034 Kg
Jumlah Pintu5
Kapasitas Bahan Bakar52 liter

 

Mesin
TipeIn-line 4 cylinders, DOHC DVVT with turbocharger
Kapasitas1,500 cc
Jumlah Silinder4
Tipe TransmisiCVT
Tenaga Maksimal140 Hp / 5,300 rpm
Torsi Maksimal250 Nm / 1,600-3,600 rpm
Standar EmisiEuro 4
Sistem Bahan BakarBensin

Kelemahan Wuling Almaz

Meskipun Almaz memiliki banyak keunggulan, bukan berarti kelemahan pada mobil ini tidak ada. Carmudi rangkum beberapa kelemahan pada Wuling Almaz sebagai berikut.

Wuling Almaz hanya memiliki transmisi CVT dan merupakan line-up SUV pertama Wuling di Indonesia. Dibandingkan transmisi CVT yang dimiliki SUV lainnya, start Almaz agak berat. Hentakan saat kick down pun terasa lebih lambat dibandingkan para kompetitornya, seperti Honda CR-V Turbo, Nissan X-Trail, dan SUV lainnya yang memiliki transmisi CVT.

Di kecepatan rendah, setir Almaz terasa ringan seperti mobil Cina pada umumnya. Namun, saat kecepatannya medium sekitar 40-60 km/jam, setir mobil ini jadi terasa berat. Khususnya saat dibawa ke jalanan yang berbelok-belok. Ban mobil yang berukuran besar, yaitu 215/60 R17, bisa menjadi penyebab setir mobil agak berat saat diputar di jalanan belokkan.

Kekurangan lainnya pada Almaz terdapat pada bagian breaking atau rem mobil. Saat direm mobil jadi agak maju ke depan, alias pengereman mobil ini tidak halus. Hal ini bisa disebabkan bodi Almaz yang sangat berat. Saat di jalanan yang naik-turun pun akan terasa suspensi, atau bodi mobil terhentak cukup kuat ke bawah.

Bagi penumpang Wuling Almaz ini, hanya mendapatkan ventilasi AC dari tengah, dan blowernya yang mengikuti AC depan. Di SUV sepanjang Almaz yang jok penumpangnya agak mundur ke belakang, akan terasa agak panas, khususnya di siang hari. Ditambah, kaca mobil belakang tidak bisa dibuka sampai full.

Almaz memiliki Head Unit yang berukuran 10.4 inci, dan bisa menjadi 'mirroring' dari handphone untuk menggunakan berbagai macam fitur. Sayangnya, tampilan Head Unit ini sama persis dengan tampilan handphone, sehingga tampilannya cenderung tinggi, dan ketika layar handphone dikunci, gambar yang muncul di Head Unit jadi hilang.

 

Penulis: Nadya Andari

Editor: Dimas

Previous post
Indonesia Menuju Era Mobil Listrik, Jaguar Angkat Bicara
Next post
Review Range Rover Evoque, SUV Mewah dan Canggih

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *