HomeBeritaDFSK Beberkan Alasan Fitur i-Talk di Glory i-Auto Menggunakan Bahasa Inggris

DFSK Beberkan Alasan Fitur i-Talk di Glory i-Auto Menggunakan Bahasa Inggris

DFSK Glory i-Auto (Foto: Santo/Carmudi)

Jakarta – DFSK Glory i-Auto resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp329,699 juta on the road Jakarta. Salah satu fitur yang menjadi unggulan di Glory i-Auto adalah i-Talk. Melalui fitur berteknologi canggih ini pengemudi maupun penumpang bisa mengontrol beberapa sistem di mobil hanya dengan perintah suara.

Berbeda dengan kompetiornya, fitur i-Talk tidak bisa menerima perintah suara dalam bahasa Indonesia, melainkan hanya dapat dioperasikan dengan bahasa Inggris.

DFSK sengaja menggunakan bahas Inggris untuk perintah suara karena disesuaikan dengan target market dari Glory i-Auto. Selain itu pula untuk mempermudah perusahaan jika mobil baru dari keluarga Glory ini dipasarkan ke luar negeri. Mengingat bahasa inggris merupakan bahasa yang dominan digunakan disebagian negara di dunia.

“Ada dua hal utama mengapa mengaplikasikan bahasa Inggris. Pertama target konsumen kami memang kepada orang yang sudah melek teknologi. Jadi bahasa Inggris tidak terlalu sulit dan mereka sudah paham. Kemudian yang kedua adalah masalah ekspor ya,” ungkap Sugiarto selaku Technical Training & Service Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK) di Jakarta saat teleconference bersama media, Selasa (28/7/2020).

Namun lanjut Sugiarto tidak menutup kemungkinan kedepannya fitur i-Talk ini bisa menerima perintah suara dalam bahasa Indonesia. Tentunya sebelum menerapkan hal tersebut ada beberapa kajian yang perlu dipelajari terlebih dahulu supaya dapat diterima dengan baik oleh konsumen di Tanah Air.

“Memang pada saat peluncuran pekan lalu Franz Wang (Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile) menginformasikan bahwa memang perintah suara berbahasa Indonesia sedang dalam pengembangan. Tetapi dirinya juga menjelaskan bahwa harus melihat permintaan pasar dahulu. Jadi kalau memang dibutuhkan yang versi bahasa Indonesia, pengembangannya akan segera diselesaikan,” terang Sugiarto.

Mencari Contoh Aksen Suara

Awal pengembangan i-Talk dalam bahasa Inggris tidaklah mudah. Dalam proses pengembangannya, tim Research and development (R&D) DFSK di China mencari contoh-contoh aksen atau logat orang ketika mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris.

“Mereka mencari contoh-contoh aksen, dan terus mencari perintah-perintah suara yang umum digunakan oleh banyak orang. Sehingga nantinya tidak membuat konsumen ribet,” timpal ungkap PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK), Arviane D. Bahar pada kesempatan yang sama.

DFSK Glory I-Auto dengan fitur i-Talk (Foto: Santo/Carmudi)

Berlaku pula apabila i-Talk dikembangkan untuk penggunaan bahasa Indonesia. Tentu akan ada pencarian contoh suara. Mengingat lanjut Arviane logat bahasa Indonesia di beberapa daerah berbeda-beda.

“Pasti akan ada analisa pasar juga, analisa aksen orang Indonesia. Kadang kita pun sendiri orang Indonesia yang tinggal di Jakarta dengan di Jawa aksennya beda. Nah ini kan bagaimana recognize sistemnya ini sendiri butuh pengembangannya kaya begitu juga,” pungkas Arviane.

Seperti diketahui, fitur i-Talk mampu mengontrol lima sistem seperti phone control, voice navigation, media control, car feature voice control, dan connectivity. Total ada lebih dari 100 perintah suara yang bisa diterima oleh fitur tersebut.

Penulis: Santo

Editor:Lesmana

Arus Balik Libur Panjang
Previous post
Mudik Idul Adha Tidak Dilarang, Ini Imbauan Menteri Perhubungan
Next post
Perbedaan Yamaha Lexi dan Lexi S ABS, Serupa Tapi Tak Sama