Berita Sumber informasi

Jadi Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Dunia, Bos AHM Ingin Penyetaraan Kualitas

tiga model baru

BMW Motorrad Jadi Salah Satu Acuan Bagi Industri Sepeda Motor Dunia (Dok.Carmudi Indonesia)

Jakarta – Industri sepeda motor dunia memiliki perbedaan paradigma di tiap benua. Hal ini terlihat dari model-model unggulan yang diluncurkan berbeda di setiap benua.

Perbedaan jenis sepeda motor ini menyesuaikan kebutuhan dan selera konsumen masing-masing benua. Kedepannya, paradigma industri sepeda motor bakal ‘diseragamkan’.

Indonesia patut berbangga karena salah satu anak bangsa resmi menjabat sebagai President International Motorcycle Manufacturers Association (IMMA). Johannes Loman selaku Executive Vice President Astra Honda Motor menjabat President IIMA untuk periode 2018-2020. Loman berharap bila nantinya terjadi harmonisasi antar pabrikan sepeda motor di seluruh dunia.

“Saya harap negara-negara yg sudah matang ini belajar dari kita. Tapi, kita juga belajar dari mereka dalam hal regulasi, safety dan sebagainya,” ungkap Loman beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, muncul adanya suatu pemerataan dari sisi keselamatan dan berbagai hal pendukungnya. Bukan tidak mungkin, fitur keselamatan yang ada di motor-motor gede bikinan merek Eropa ikut dicontoh dan dipasang pada motor sport untuk konsumen Asia.

Sebagaimana diketahui, motor-motor bermesin 150-250 cc yang dijual di Indonesia dan kawasan Asia masih belum dilengkapi fitur keselamatan yang lengkap. Fitur ABS misalnya, hanya sedikit model yang memakai peranti pendukung pengereman ini.

Penyetaraan Industri Sepeda Motor

Di sisi lain, Loman mengharapkan bila industri sepeda motor di kawasan Asia bisa tumbuh berkembang dengan baik. Agar bisa sejajar dengan merek-merek papan atas, Loman mendorong lahirnya regulasi yang mendukung kemajuan industri.

Dengan demikian,standar pada industri bisa makin maju sejajar dengan merek kelas atas Eropa-Amerika.

Produksi Sepeda Motor di Indonesia (Foto: AHM)

Selama ini, industri sepeda motor di kawasan Asia umumnya berjalan mengikuti regulasi yang tergolong longgar. Masih banyak negara yang belum memperhatikan fitur keselamatan dan utilitas pada kendaraan roda dua. Industri yang ada lantas hanya berfokus pada kuantitas bukan kualitas sepeda motor.

“Saya mohon disupport supaya industrinya tumbuh dengan baik, tapi juga harmonise. Jangan hanya berkiblat ke barat aja tapi timur juga diperhatikan regulasi-regulasinya,” tambahnya.(dol)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts