HomeBeritaKendaraan Listrik Ramah Lingkungan dan Minim Biaya Pengelolaan

Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan dan Minim Biaya Pengelolaan

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo membubuhkan tanda tangan di kap mobil listrik Hyundai Kona (Foto: Hyundai)

Tangerang – Pemerintah sedang menggalakkan rencana untuk mempercepat pengembangan mobil listrik di Indonesia, baik itu yang mengadopsi teknologi hybrid maupun listrik murni. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Presiden Joko Widodo pun mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Perpres yang resmi terbit pada Agustus 2019 itu langsung disambut antusias oleh pabrikan kendaraan bermotor di Tanah Air. Para pabrikan menyatakan siap untuk memasaran kendaraan ramah lingkungan. Bahkan respons baik juga datang dari perusahaan taksi Blue Bird dan Grab. Keduanya sama-sama menyediakan armada baru yang menggunakan mobil listrik. Hanya saja untuk sementara ini jumlah unitnya masih terbatas.

“Kendaraan listrik ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas yang mengusung konsep smart cities, dan di saat yang bersamaan juga lebih ramah lingkungan dan minim biaya pengelolaannya,” ungkap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan di Tangerang, Senin (27/1/2020).

Kendaraan listrik menjadi solusi mobilitas konsep smart cities, dan juga lebih ramah lingkungan serta minim biaya pengelolaan. (Foto: Santo/Carmudi)

Sementara itu, Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM mengungkapkan kendaraan listrik merupakan bisnis masa depan. Tak heran jika pemerintah tidak hanya fokus kepada kendaraan listrik saja tapi juga ke baterai sebagai sumber energi kendaraan listrik.

“Komitmen Presiden Jokowi dalam pengembangan sektor ini semakin menunjukkan ekosistem investasi Indonesia yang kondusif. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk memajukan industri baterai mobil listrik dalam negeri dengan menggunakan cadangan nikel yang berlimpah di Indonesia,” tutur Bahlil.

Apresiasi Grab dan Hyundai

Operasi perdana mobil listrik Hyundai Ioniq sebagai armada taksi online dihadiri sejumlah pejabat. (Foto: Carmudi/Santo)

Perusahaan taksi online, Grab baru saja meluncurkan armada taksi mobil listrik Hyundai Ioniq. Dalam menghadirkan armada baru, Grab Indonesia bekerja sama dengan Hyundai Motors Indonesia (HMI) dan mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan Budi Karya.

“Saya mengapresiasi dukungan pihak swasta seperti Grab dan Hyundai. Dengan hadirnya GrabCar Elektrik hari ini, kita selangkah lebih maju lagi untuk bersama-sama mencapai target menghadirkan 2 juta unit kendaraan listrik di Indonesia,” jelas Budi.

Bahlil pun turut memberikan tanggapan atas kerja sama Grab Indonesia dengan Hyundai.

“Kami menghargai partisipasi swasta Grab dan Hyundai yang telah berkolaborasi dengan pemerintah menjadi pionir dalam investasi yang strategis ini,” pungkas Bahlil.

Hyundai Ioniq jadi armada taksi Grabcar Elektrik (Foto: Santo/carmudi)

Dengan komitmen kedua perusahaan, kendaraan Hyundai Ioniq, GrabCar Elektrik berjalan selaras dengan visi Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan dan memelihara industri mobil listrik.

Selain itu, di bawah peta jalan baru strategi 2025, Hyundai akan mendorong perangkat mobilitas cerdas dan layanan mobilitas cerdas (Smart Mobility Devices and Smart Mobility Services) sebagai dua pilar bisnis inti. Sinergitas antara kedua pilar tersebut diharapkan dapat memfasilitasi transisi perusahaan menjadi Penyedia Solusi Mobilitas Cerdas (Smart Mobility Solution Provider).

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Kemenhub Akan Pesan 100 Mobil Listrik, Menhub: Modelnya Belum Ditetapkan

Previous post
Resmi Meluncur, Harga Mazda CX-30 Mulai dari Rp478,8 Jutaan
Next post
Intip Detail Mazda CX-30 Baru, Impor Langsung dari Jepang