Home » Berita » Macet Saat Arus Mudik, Kementerian PUPR Akan Ubah Desain Parkir di Jalan Tol

Macet Saat Arus Mudik, Kementerian PUPR Akan Ubah Desain Parkir di Jalan Tol

Situasi kemacetan di jalan tol (Foto: Setkab)

Jakarta – Arus mudik dan balik Lebaran tahun 2019 lebih baik dibanding 2018. Salah satu faktornya berkat infrastruktur jalan yang kini semakin baik dan saling terhubung. Meski dinilai baik, namun ada saja kekurangan yang menghiasi arus mudik dan balik Lebaran yaitu macet.

Setelah melalui evaluasi terkait musim mudik 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merubah desain parkir di rest area. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di jalan tol serta guna mengakomodasi pemudik yang ingin beristirahat.

“Kita evaluasi desain untuk parkir lebih disiapkan khusus, tidak menyebar di semua ruang rest area. Perilaku pengendara umumnya misalnya jika ingin ke toilet, maka parkirnya juga harus dekat dengan toilet sehingga menumpuk. Kita coba atur agar parkir kendaraan di rest area agak jauh dari pertokoan. Sehingga lebih teratur,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari setkab.go.id.

Selain itu lanjut Basuki, untuk rest area pada ruas jalan tol antar kota yang posisinya terlalu dekat dengan pinggir jalan akan dievaluasi. Karena posisi rest area seperti itu kerap menimbulkan kemacetan.

“Akan kita coba evaluasi rest area yang saat ini berada persis di pinggir jalan tol. Akan lebih baik jika desainnya menjorok ke dalam, terutama untuk jalan tol antar kota yang masih memungkinkan ketersediaan lahannya,” ujar Basuki.

Ia juga mengaitkan dengan rencana Kementerian Perhubungan yang akan memanfaatkan rest area sebagai “terminal tol”, sehingga dibutuhkan desain khusus agar tidak menimbulkan kemacetan.

Jangan Berlama-Lama di Rest Area

Menteri PUPR Basuki menyampaikan, dibutuhkan dukungan perilaku pengendara dan penumpang dalam menggunakan rest area sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Seberapapun banyaknya rest area, tidak akan cukup dengan kondisi existing yang seperti ini. Sebagai ilustrasi, rest area di Palimanan dan Kalikangkung, kondisi normal menampung 17 ribu kendaraan, namun pada saat mudik kemarin naik 4 kali lipat jadi 68 ribu kendaraan,” ungkap Basuki.

Arus Balik Lebih Padat

Menurut Basuki arus balik lebih padat dibandingkan dengan arus mudik. Itu disebabkan karena waktu libur untuk arus balik sempit, sehingga banyak pemudik kembali di waktu yang hampir bersamaan.

“Pada saat mudik arus lalu lintas dari satu titik yakni Jakarta menyebar ke berbagai daerah seperti halnya irigasi. Tetapi pada arus balik, lalu lintas seperti drainase, dari beberapa titik menuju ke satu titik kembali ke Jakarta dan pada waktu hampir bersamaan sehingga manajemen waktunya ketat sekali. Waktu saat arus mudik 4-5 hari, sedangkan arus balik hanya 2-3 hari saja,” terang Menteri Basuki.

Ditambahkannya kebijakan sistem satu arah (one way) yang diterapkan pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 disamping membantu kelancaran juga membawa dampak positif kepada para pedagang di sepanjang jalan nasional.

“Positifnya adalah pada saat arus mudik diberlakukan satu arah dari Jakarta, maka pengendara dari Timur ke Barat diharuskan masuk ke jalan nasional sehingga berdampak warung-warung dan toko oleh-oleh banyak dikunjungi, begitupun sebaliknya saat arus balik,” tutup Basuki.(dol)

Previous post
Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ertiga, Apa Saja Sih?
Next post
Nissan Punya Teknologi yang Bisa Membaca Pikiran Pengemudi