Home » Mobil » Melihat Rumitnya Facelift yang Dilakukan Daihatsu Indonesia

Melihat Rumitnya Facelift yang Dilakukan Daihatsu Indonesia

Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.
Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.

Jakarta – Mungkin banyak orang yang belum mengetahui jika untuk melakukan perubahan pada suatu mobil membutuhkan proses yang sangat panjang dan melelahkan. Seperti halnya facelift atau penyegaran yang dilakukan oleh setiap produsen otomotif di Indonesia. Daihatsu salah satunya. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengakui jika dibalik sebuah facelift terdapat proses panjang dan sangat melelahkan.

Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.
Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.

Untuk proses riset, Daihatsu mengatakan jika tim riset dan development (RnD) untuk sebuah minor change harus melalui 32 proses. “Untuk melakukan minor change atau perubahan yang minim pada suatu model saja itu prosesnya panjang sekali. Ada 32 proses. Dimulai dari styling, engineering dan test and validation proses,” kata Soni Satriya, Executive Coordinator Design Engineering RnD ADM di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Proses Desain Jadi Faktor Utama

Styling merupakan proses pertama yang harus dilakukan oleh tim riset. Pada fase ini mereka harus melakukan 5 proses dasar. Mulai dari survey konsumen, pemilihan konsep yang akan digunakan, sketching atau penggambaran secara manual, clay model atau pembuatan desain memakai tanah liat dan 3D data. “Semuanya harus dilakukan demi melakukan minor change untuk mobil yang akan mendapatkan penyegaran,” sambung Soni.

Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.
Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.

Proses tersebut memakan waktu yang cukup lama. Bahkan beberapa produsen otomotif bisa memakan waktu yang lama untuk fase pertama ini. Satu hal yang wajib diketahui oleh masyarakat Indonesia. ADM melakukan seluruh proses ini di Indonesia. Semua proses ini dilakukan oleh orang Indonesia asli, termasuk pembuatan mobil yang dilakukan di dua plant yang berada di Karawang dan Sunter.

Proses kedua yang harus dilalui adalah Engineering proses. “Di tahap ini, mobil yang sudah di desain itu nantinya akan diuji lagi. Di fase kedua ini ada 8 proses awal yang harus dilalui agar mobil yang nantinya akan diluncurkan benar-benar sempurna,” terang Soni sembari menjelaskan slide presentasinya. Proses Engineering ini termasuk Thermal Cycle. Thermal Cycle sendiri merupakan proses pengujian material yang akan digunakan pada mobil.

Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.
Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu. Soni Satriya sedang menjelaskan.

Daihatsu memperhatikan produk yang akan diluncurkan agar tahan dengan iklim yang ada di Indonesia. Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh tim ADM adalah iklim panas di Indonesia. “Karena panas ini bisa menjadi salah satu perusak komponen yang ada di dalam mobil. Termasuk juga kita tes mengenai rigiditas mengenai komponen mobil yang akan dipakai pada produk baru nanti,” jelasnya.

Memiliki Tempat dan Tim Riset Asli Indonesia

Setelah sebuah model terbentuk, model itu pun harus mendapatkan pengujian secara pasti. ADM pun memiliki lokasi test yang sudah ditaburi dengan berbagai kontur jalan yang ada di Indonesia. Ada 24 kontur atau kategori jalan yang dimiliki di tempat pengujian Daihatsu. Untuk model Sigra sendiri, proses yang dibutuhkan untuk melakukan facelift mencapai waktu 1 tahun.

Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.
Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.

“Seluruh proses ini sangat bergantung dengan skill para engineer dan teknologi yang ada di pabrik. Kalau zaman dulu mungkin untuk membuat minor change seperti ini bisa beberapa tahun. Sekarang, dengan adanya teknologi dan proses digital ini prosesnya bisa jauh lebih cepat. Ya bisa di bawah satu tahun lah,” kata pria ramah ini.

Saat mobil yang sudah hampir selesai ini terlihat bentuknya, tim masih harus bekerja ekstra keras. Karena mereka harus melewati proses Planning. Proses planning ini merupakan proses pengetesan untuk sebuah model baru. “Kita melakukan pengetesan untuk sebuah model baru. Biasanya itu dijalankan dari 0 kilometer sampai 100 ribu kilometer. Selain itu ada juga liquid test untuk mengetahui kondisi mobil saat melintasi jalan miring,” beber Soni.

Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.
Melihat proses minor change yang dilakukan Daihatsu.

Kerja keras yang dilakukan oleh Soni dan tim terkadang masih harus mendapatkan kritikan pedas. Kritikan pedas ini datang dari tim ADM dan Daihatsu Sales Operation (DSO) sebagai pihak prinsipal.

“Iya, jadi mereka ini harus kuat mental. Kalau desainnya jelek yang kita bilang jelek. Kalau desainnya bagus, ya kita akan bilang ini bagus. Dan satu yang membanggakan. Semuanya dilakukan oleh anak bangsa, dan semuanya dilakukan di Indonesia,” tambah Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT ADM.

Terkadang Soni dan tim merasa kecewa pada saat masyarakat mengatakan desain dari mobil Daihatsu jelek. “Suka dukanya kalau mobil suka dibilang jelek, nggak enak. Padahal semua aspek kita pikirkan. Mulai dari desain, suspensi, mesin, ac dan semuanyalah. Kita lakukan survey berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kalau ada yang bilang desainnya jelek, mobilnya nggak enak ya kita sudah biasa. Itu sudah bagian dari pekerjaan kami,” tandasnya.

Penulis: Rizen

Editor: Lesmana

Previous post
Bocoran Tampilan Mitsubishi Mirage Terbaru, Mirip Xpander
Komunitas pengguna dan pecinta Suzuki Wagon R Indonesia (WRI) akan mengadakan Kopdar Nasional yang ke 2.
Next post
Pengguna Suzuki Wagon R Bakal Riuhkan Malang Pekan Ini, Yuk Ramaikan!

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *