Home » Berita » IKM Indonesia Berpotensi Memproduksi Komponen Kendaraan Listrik

IKM Indonesia Berpotensi Memproduksi Komponen Kendaraan Listrik

ppnbm dihapus
Toyota Prius Berteknologi Plug-in Hybrid, (Foto: Carmudi)

Jakarta – Indonesia tengah bersiap menyongsong era kendaraan listrik. Draf kendaraan listrik hingga pabrik baterai sudah dalam proses pengerjaan. Sejumlah pihak mendukung penuh pengembangan kendaraan listrik untuk Indonesia, seperti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara menyampaikan, industri kecil dan menengah (IKM) berpeluang memproduksi komponen kendaraan listrik. “Kami terus dorong IKM komponen otomotif agar juga menguasai suku cadang untuk kendaraan listrik,” ungkapnya.

Menurut Ngakan, IKM komponen kendaraan konvensional akan berdampingan dengan IKM komponen kendaraan listrik pada masa transisi. “Memang jumlah komponen pada kendaraan listrik lebih sedikit. Tapi nanti, ini sama-sama hidup berdampingan. Ada masa transisi yang cukup lama, tidak serta-merta tergantikan,” terang dia.

Ngakan menambahkan, industri otomotif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan dalam pengembangannya agar menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0. Langkah ini turut mencakup kesiapan industri dalam memproduksi kendaraan listrik. Termasuk juga memproduksi bahan baku dan komponen utamanya serta optimalisasi produktivitas sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Komitmen Pemerintah

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas mengenai percepatan program kendaraan bermotor listrik yang di pimpin oleh Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu di Jakarta mengungkapkan bahwa pengembangan kendaraan listrik merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030. Selain itu untuk menjaga ketahanan energi, dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil

“Jadi, tren global untuk kendaraan masa depan adalah yang hemat energi dan ramah lingkungan,” tutur Menperin Airlangga.

Saat ini Kementerian Perindustrian telah menyusun peta jalan untuk pengembangan industri otomotif nasional. Salah satu fokusnya adalah memacu produksi kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), termasuk di dalamnya kendaraan listrik.

“Targetnya pada tahun 2025, populasi mobil listrik diperkirakan tembus 20 persen atau sekitar 400.000 unit dari 2 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri,” kata Airlangga.

Ditambahkannya, penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum sedang diformulasikan terutama mengenai persyaratan yang akan menggunakan fasilitas insentif. Dalam implementasinya nanti, pada tahap awal, diberlakukan dengan bea masuk nol persen dan penurunan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik.

Menperin juga menilai, salah satu kunci pengembangan kendaraan listrik berada pada teknologi baterai. “Indonesia punya sumber bahan baku untuk pembuatan komponen baterai, seperti dari nikel laterit yang merupakan material energi baru,” tutupnya.(dol)

Previous post
Toyota Agya Club Ulang Tahun Ke-5, Harapkan Kian Solid
Next post
Fungsi Damper Shockbreaker Prime, Bukan Cuma Ganjel Saat Ambles