BeritaMobilSumber informasiTips dan Trik

Jelang Mudik, Jangan Abaikan Kondisi Kaki-Kaki Mobil

Jakarta – Tanpa terasa kita sebentar lagi sudah masuk bulan Ramadhan, artinya sudah dekat waktu lebaran. Bicara lebaran yang pasti tidak lepas dari perjalanan mudik.

“Mudik sudah menjadi tradisi hampir seluruh masyarakat Indonesia. Meski sarana transportasi sudah beragam, tapi tetap masih banyak orang yang memilih pulang kampung pakai kendaraan pribadi,” jelas Prayitno Himawan, founder PT Himawan Putra, distributor tunggal Automotive Service Equipment, Kamis (3/5/2018) di Jakarta.

Namun ada baiknya, sebelum melakukan mudik, lakukan pengecekan kondisi kendaraan. Ini merupakan proses yang penting agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Kaki-Kaki Mobil

Sebelum mudik, jangan lupa untuk cek kaki-kaki mobil, karena kondisi kaki-kaki mobil juga pegang peran penting faktor keselamatan. (Zie)

Tentu semua pemilik kendaraan sudah menyadari akan hal ini, tapi kebanyakan yang dilakukan hanya sebatas pengecekan mesin serta sistem pengereman. Performa mesin oke, rem berfungsi baik, lalu merasa siap melakukan perjalanan jauh dan panjang.

“Jarang sekali orang yang melakukan pemeriksaan kaki-kaki mobilnya. Padahal mengabaikan kondisi kaki-kaki mobil membuat kita tidak tau bagaimana kondisi ban mobil kita. Kondisi ban yang kurang baik memperbesar resiko perjalanan,” ujar Prayitno Himawan.

Pernyataan Prayitno diperkuat dengan data yang diambil dari Jasa Marga yang menunjukkan dari 5.000 kasus kecelakaan di jalan tol selama dua tahun terakhir, 23% disebabkan karena pecah ban.

“Memperhatikan kondisi kaki-kaki mobil adalah hal paling krusial jelang melakukan mudik. Selain jarak tempuh yang jauh, umumnya kendaraan dijejali muatan berlebih serta ada dorongan agar bisa sampai tujuan secepatnya. Ini rentan menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.

Mitos Keliru, Spooring dan Balancing Setiap 10.000 Km atau 6 Bulan Sekali

Kaki-Kaki Mobil

Prayitno Hilmawan, founder PT Hilmawan Putra (tengah) usai press conference Hunter Quick Check (Zie)

Banyak pemilik mobil beranggapan, mengecek kaki-kaki kendaraan sebaiknya dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau per 6 bulan sekali.

Ini adalah sebuah mitos yang keliru menurut Nurcahyo Adi Pranggono, Manajer Training Hunter di lokasi yang sama.

Menurutnya untuk melakukan pengecekan kaki-kaki kendaraan tidak perlu menunggu sampai 10.000 km atau per 6 bulan. Tergantung dari kondisi jalan yang dilalui setiap hari atau juga perilaku pengemudi itu sendiri.

“Kalau setiap hari jalur yang dilewati banyak yang berlubang atau sering melewati polisi tidur, sebaiknya harus rutin cek kondisi kaki-kaki. Karena pasti berbeda kondisinya dengan pemakaian normal di jalur yang mulus,” terang Nurcahyo Adi Pranggono.

Kondisi jalan berlubang, polisi tidur, sering menginjak pembatas jalan saat berbelok, akan membuat sudut kaki-kaki mobil berubah. Ini yang menurutnya banyak orang tidak menyadari.

Jadi ada baiknya agar pemilik mobil bisa sesering mungkin untuk memeriksa kondisi kaki-kaki mobilnya.

Keuntungannya banyak kalau pemilik mobil sering melakukan kontrol di bagian tersebut. Selain mengetahui kondisi aus tidaknya ban, kestabilan kendaraan juga terjaga, dan yang pasti mengurangi resiko saat mengemudi.(dol)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts