Home » Berita » Resale Value Mobil Wuling Tidak Terjun Payung

Resale Value Mobil Wuling Tidak Terjun Payung

Jakarta – Harga jual kembali kendaraan Wuling masih menjadi persoalan penting bagi para konsumen di negeri ini. Aspek tersebut menjadi salah satu pertimbangan mereka dalam membeli mobil baru. Seperti diketahui Wuling Motors pertama kali menancapkan bisnisnya di Tanah Air pada pertengahan 2017 lalu.

Saat itu, merek mobil asal Tiongkok ini melakukan investasi besar-besaran untuk membangun pabrik produksi di Cikarang, Jawa Barat.

Produk pertama yang diproduksi dan terjun ke pasar Tanah Air adalah Wuling Confero S. Mobil berjenis Low Multi-Purpose Vehicle (MPV) tersebut ditawarkan dalam beberapa varian, yang dipersenjatai mesin bensin 1.500cc, transmisi manual.

Setelah itu, merek mobil asal Tirai Bambu itu mulai mengembangkan sayap dengan menelurkan Cortez yang jadi MPV pesaing Innova. Tidak puas sampai disitu, pada 2019 Wuling akhirnya menghadirkan Sport Utility Vehicle (SUV) pertamanya.

Mobil SUV yang dimaksud adalah Almaz, mobil gagah itu ditawarkan dalam empat varian. Mesinnya 1.500cc turbo, dengan pilihan transmisi manual dan CVT (Continuous Variable Transmission).

Mobil gagah buatan lokal tersebut dibekali sejumlah fitur canggih, seperti perintah suara atau Wuling Indonesian Command. Almaz memiliki konfigurasi lima penumpang dan tujuh penumpang, dengan harga jual mulai dari Rp263,8 juta sampai Rp338,8 juta (OTR Jakarta).

Karakter Konsumen Indonesia

Mengingat orang Indonesia selalu mempertimbangkan resale value atau harga jual sebelum meminang mobil baru, kami mencoba memantau Carmudi situs jual beli online terbesar dan terpercaya di Indonesia.

Sebagai gambaran harga mobil seken Confero tipe tertinggi yaitu tipe L Lux+, transmisi manual, produksi 2017 di situs kini dijual dengan kisaran harga antara Rp140 jutaan. Dengan catatan harga di tahun 2017 adalah Rp165,9 juta (OTR Jakarta).

Ada banyak faktor penentu harga jual kembali sebuah model kendaraan. Dua yang utama adalah adalah permintaan terhadap mobil barunya plus kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk serta layanan purnajual.

Sementara itu pihak Wuling terus mengembangkan layanan purna jual baik melalui penambahan diler berikut aspek-aspek layanannya. Aspek yang dimaksud itu mulai dari penjualan unit kemudian layanan perbaikan dan perawatan, serta penyediaan suku cadangnya.

Dengan memperkuat layanan purna jual ini maka kepercayaan masyarakat terhadap brand Wuling juga semakin kuat. Apalagi produknya oke. Sehingga, kalau itu terbangun dengan baik, penjualan juga akan mengikuti. Begitu juga di pasar seken, karena orang percaya maka harga jual kembali juga tetap bagus.

Semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap merek Wuling, bisa dilihat dari pertumbuhan penjualan unit.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang tahun 2019 lalu secara wholesales Wuling membukukan penjualan 22.343 unit, ini meningkat dari tahun sebelumnya hanya 17.002 unit.

Previous post
Perkenalkan, Kia Seltos X-Line Punya Performa Lebih Agresif dengan Mesin Turbo
Next post
Setelah Honda Revo, Kini Giliran PCX Punya "Jubah" Baru