Modifikasi

Tips Pilih Mesin yang Cocok untuk Motor Trail

Mesin yang Cocok untuk Motor Trail

Motor trail dengan ban supermoto hasil rakitan menggunakan mesin dan rangka custom. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Jakarta – Memilih mesin yang cocok untuk motor trail gampang-gampang susah. Sekilas, nampaknya semua mesin motor bisa dijadikan pilihan, tapi sayang kenyataannya tidak demikian.

Faktor yang perlu menjadi pertimbangan antara lain soal kapasitas. Khusus motor trail, semakin besar kapasitas mesin tidak serta merta menjadikannya sebagai pilihan tepat.

“Kalau mesinnya semakin besar, nanti motornya terlalu berat,” ucap Abah Ewok pemilik bengkel spesialis motor trail SMR88 di Jl. Tole Iskandar, Depok kepada Carmudi, Kamis (11/2/2021) lalu.

Bangun Motor Trail untuk Apa?

Untuk menentukan mesin yang tepat, rider sebaiknya mengetahui betul motor seperti apa yang ingin dibangunnya.

Menurut Abah, mayoritas pelanggan yang datang ke bengkelnya terbagi dua. Pertama, mereka yang ingin membangun motor trail untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Kedua, mereka yang akan menggunakannya ke gunung alias terabas.

Sejatinya kedua motor tersebut akan membutuhkan spesifikasi yang berbeda. Tapi tentu dirinya tak bisa memaksakan jenis mesin yang mesti dipilih.

“Jadi pada akhirnya tergantung dari selera masing-masing,” lanjutnya.

Pilihannya antara lain mesin 2 tak atau 4 tak. Untuk hal ini konsumen juga perlu mengetahui perbedaannya.

Baca Juga:

Mesin yang Cocok untuk Motor Trail

Bengkel spesialasi motor trail SMR88 Depok sedang mengerjakan motor trail custom. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Alasan Bangun Motor Trail Custom

Sebelum membahas lebih detail pilihan mesin yang cocok untuk motor trail, kita kupas dulu alasan seseorang memilih untuk membangunnya.

Kenapa tidak langsung membeli motor yang sudah jadi?

“Biasanya, sih, karena dana, kan, bisa lebih murah kalau custom,” jelas Abah.

Hal ini ada benarnya mengingat harga motor trail baru tidak bisa dibilang murah.

Produk-produk sekelas Kawasaki KLX150, Honda CRF150L, atau Yamaha WR 155 R saja harganya rata-rata ada di angka Rp30 juta ke atas.

Sementara itu motor special engine yang kastanya lebih tinggi harganya bisa jauh lebih mahal.

Carmudi melihat langsung contoh salah satu motor trail custom yang dirakit oleh SMR88, menggunakan mesin Kawasaki Ninja 2 tak, rangka custom, dan body set KTM.

Menurut mekanik yang bekerja di sana, dana untuk membangun motor itu kira-kira ada di angka Rp20 jutaan.

Melihat perbedaan harga tersebut wajar jika semakin banyak penggemar “garuk tanah” yang memilih untuk membangun motor trail-nya sendiri.

“Setiap bulan kira-kira ada satu unit yang kita bangun di sini,” sambung Abah.

Mesin yang Cocok untuk Motor Trail

Mesin Kawasaki Ninja menjadi salah satu favorit untuk dijadikan mesin motor trail. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Tips Pilih Mesin yang Cocok untuk Motor Trail

Pada awal artikel sudah disebutkan mesin yang cocok untuk motor trail bisa diserahkan ke selera masing-masing rider.

Tapi seperti apa maksudnya?

Hal ini ini bukan berarti rider bisa memilih sembarang mesin, tapi lebih berkaitan pada pemilihan antara mesin 4 tak atau 2 tak.

Seperti diketahui, kedua jenis mesin ini memiliki karakter yang berbeda.

Tak semua orang terbiasa berkendara dengan mesin 2 tak yang bisa dibilang cukup “liar”. Begitu pun sebaliknya, tak semua orang cocok dengan karakter yang dimiliki mesin 4 tak.

Pembahasan lebih detail mengenai perbedaan teknis dari kedua jenis mesin ini bisa ditemui pada sub judul berikutnya.

Sedangkan untuk tips memilih mesin yang cocok itu sendiri antara lain sebagai berikut:

  • Pilih mesin dengan tahun pembuatan yang masih muda

Harapannya mesin dengan usia muda kondisinya yang juga masih terjaga. Dengan begitu performanya bisa dimaksimalkan menjadi sumber tenaga motor trail yang akan dibangun.

  • Gunakan mesin yang cukup umum di pasaran

Mesin special engine memang bisa menawarkan performa lebih dibanding mesin motor-motor yang diproduksi secara massal. Tapi kalau tak mau repot dalam perawatan, sebaiknya pilih mesin yang lebih umum di pasaran karena pertimbangan ketersediaan suku cadang.

  • Pilih mesin sesuai skill atau kemampuan

Mesin dengan tenaga atau torsi yang besar otomatis memerlukan skill lebih tinggi untuk mengendalikannya. Terlebih, medan trail sering diisi tantangan sulit.

Mesin Yamaha Scorpio

Ilustrasi Yamaha Scorpio (Foto: Yamaha)

Pilihan Mesin Motor Trail 4 Tak

Untuk mesin 4 tak, Abah menyebut ada beberapa mesin yang cocok untuk motor trail, di antaranya:

  • Mesin Honda Tiger

Mesin ini memiliki kapasitas 200 cc dengan tenaga tertinggi 15 Hp dan torsi puncak 15,6 Nm. Sedangkan transmisinya, mesin Honda Tiger memiliki 6 tingkat kecepatan.

  • Honda Megapro

Kapasitas mesin Honda Megapro lebih kecil dari milik Tiger, yaitu 150 cc. Tenaga yang dihasilkannya bisa mencapai 11,3 Hp dan torsi tertinggi 12,3 Nm. Untuk transmisinya memiliki 5 kecepatan.

  • Mesin Yamaha Scorpio

Mesin Yamaha Scorpio memiliki kapasitas 233 cc dengan tenaga tertinggi 16,2 Hp dan torsi 17,5 Nm. Transmisinya memiliki 5 kecepatan.

Mesin Kawasaki Ninja RR

Ilustrasi Kawasaki Ninja RR (Foto: Kawasaki)

Pilihan Mesin Motor Trail 2 Tak

Sedangkan untuk mesin 2 tak yang bisa digunakan untuk motor trail antara lain:

  • Mesin Kawasaki Ninja 150 cc

Mesin ini bisa ditemui pada Kawasaki Ninja R atau Ninja RR. Di mana kedua motor itu menggunakan mesin jenis 2 tak dengan kapasitas 149 cc yang punya tenaga 26,5 Hp dan torsi 20 Nm. kemudian untuk transmisinya memiliki 6 kecepatan.

  • Mesin Yamaha F1ZR

Mesin F1ZR memiliki kapasitas 110,4 cc dengan tenaga tertinggi 8,6 Hp dan torsi 10,79 Nm. Sedangkan untuk transmisinya memiliki 4 kecepatan.

Pilihan mesin 2 tak memang tak sebanyak 4 tak. Wajar, beberapa tahun ke belakang juga sudah tak banyak motor bermesin 2 tak yang diproduksi.

Baca Juga:

Perbedaan Mesin 4 Tak dan 2 Tak

Dari awal sudah sering disebut istilah mesin 4 tak dan 2 tak. Namun, apa sebenarnya yang menjadi perbedaan antara keduanya?

Perbedaan terdapat pada jumlah tahapan untuk menghasilkan tenaga.

Pada mesin 4 tak terdapat langkah hisap, kompresi, pembakaran, dan pembuangan. Bisa dilihat, mesin membutuhkan empat tahap untuk menghasilkan tenaga.

Beda halnya dengan mesin 2 tak yang hanya membutuhkan dua tahap. Tahap hisap dan buang dilakukan bersamaan ketika piston bergerak ke posisi titik mati bawah. Sedangkan kompresi dan pembakaran dilakukan ketika piston bergerak ke posisi titik mati atas.

“Mesin 2 tak memang lebih enteng tarikannya, tapi kekurangannya mungkin lebih boros di bensin,” terang Abah.

Sementara keunggulan dari mesin 4 tak antara lain daya tahan yang lebih kuat. Kemudian untuk ketersediaan onderdil juga lebih mudah ditemui di pasaran.

Bengkel SMR88 Depok

Bengkel SMR88 Depok rata-rata mengerjakan satu motor trail rakitan setiap bulan. (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Harga Mesin untuk Motor Trail

Harga mesin cukup beragam tergantung dari berasal dari motor apa dan kondisinya. Belum lagi kelengkapan surat-surat yang menyertainya.

Mesin tanpa surat-surat memang menawarkan harga cukup menggoda. Tapi tidak disarankan untuk memilihnya karena bisa berbuntut panjang.

Menurut Abah, mesin yang lengkap dengan STNK dan BPKB rata-rata harganya sekitar Rp6 jutaan. Menariknya, harga tersebut cenderung tak jauh berbeda untuk jenis-jenis motor yang sudah disebutkan tadi.

Kalau mau yang lebih murah bisa pilih mesin yang hanya dilengkapi STNK. Opsi ini masih lebih baik dibanding mesin yang tanpa dilengkapi surat-surat sama sekali.

Dari sumber terpisah, diketahui kisaran harga untuk mesin yang hanya dilengkapi STNK ada di kisaran Rp3,5 jutaan.

Jadi, mau pilih mesin apa untuk motor trail Anda?

 

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts