Home » Berita » Wuling Confero S ACT Pakai Transmisi Manual Tanpa Pedal Kopling, Seberapa Canggih?

Wuling Confero S ACT Pakai Transmisi Manual Tanpa Pedal Kopling, Seberapa Canggih?

Sentul – Wuling Motors baru saja merilis dua varian baru yaitu Cortez CT dan Wuling Confero S ACT. Untuk varian terakhir ini hadir dengan transmisi e-Clutch yaitu transmisi manual tanpa pedal kopling. Ini jadi opsi bagi calon konsumen Confero yang selama ini hanya tersedia transmisi manual konvensional.

Lantas, seberapa hebat transmisi ciptaan perusahaan komponen Schaffler itu? Menurut Yin Yi selaku Brand and Marketing Director Wuling Motors menyebut bila transmisi manual tanpa pedal kopling pada Wuling Confero S ACT membuat berkendara lebih nyaman. Tidak ada lagi kondisi mesin mati akibat salah melepas pedal kopling.

“Ini merupakan sistem yang modern dan produk global dr Schaffler. Transmisi e-Clutch bicara mengenai kenyamanan yang lebih baik, karena setiap orang cara berkendaranya beda. Bisa saja pengemudi mengalami engine mati saat lepas kopling,” jelas Yin Yi saat peluncuran.

Mobil baru Wuling

Tentu pengemudi akan bingung bagaimana cara memindahkan gigi bila tanpa pedal kopling. Lalu kapan waktunya putaran mesin butuh pergeseran transmisi naik atau turun. Yin Yi menjelaskan bila ada sinyal khusus yang memberi informasi kepada pengemudi ketika mesin butuh pindah gigi.

“Bagaimana cara kita pindah gigi? Nanti ada sinyalnya dari mesin bila sudah waktunya pindah gigi,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors menegaskan bila kehadiran dua varian ini tidak menghentikan varian-varian Cortez atau Confero yang sudah ada. Ia berharap teknologi dan fitur pada Cortez CT dan Confero S ACT diterima masyarakat.

“Penambahan Cortez CT dan Confero S ACT tidak mematikan yang lain dan memperbesar segmen kami. Kami yakin dg e-Clutch, experience yang baik akan diterima customer,” ujar Dian.

Keunggulan e-Clutch pada Wuling Confero S ACT

Teknologi e-Clutch sebenarnya merupakan evolusi dari transmisi manual konvensional. Bedanya, transmisi buatan Schaffler ini tidak lagi membutuhkan pedal kopling saat pindah gigi. Perpindahan berlangsung secara halus melalui mekanisme hidrolis otomatis yang berfungsi sebagai pengganti pedal kopling.

“e-Clutch sebenarnya transmisi manual tapi hanya ada control modul menggantikan pedal kopling. Stepnya sesudah manual ada e-clutch kemudian transmisi otomatis. Biaya perawatan e-Clutch ini mengurangi tingkat kerumitan saat operasional,” jelas Taufik S Arief selaku After Sales Director Wuling Motors.(dol)

Mobil baru Wuling
Previous post
Sepasang Mobil Baru Wuling Meluncur di IIMS 2019 Punya Fitur Baru
Bengkel Mitsubishi
Next post
Dealer Baru Sun Star Prima Motor Tajur Juga Layani Outlander Sport Bermasalah