Berita Mobil Sumber informasi

Bebin Djuana : Wuling Bersaing di Segmen LMPV, Sulit Tapi Bukan Tidak Mungkin

Jakarta – Indonesia bersiap menyambut model Low MPV terbaru produksi SAIC-GM Wuling (SGMW) yang bakal diluncurkan pada ajang GAIKINDO Indonesia International AutoShow (GIIAS) 2017 yang berlangsung bulan Agustus depan.

Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors Indonesia memastikan hal tersebut di acara Diskusi Pintar FORWOT Indonesia 2017 yang bertajuk “Selamat Datang Wuling di Indonesia”, Jumat (21/4) di Jakarta.

“Wuling akan meluncurkan salah satu model Low MPV di kuartal ke-3 tahun ini. Mobil ini sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ucap Dian Asmahani.

Bebin Djuana, pemerhati otomotif nasional yang hadir sebagai narasumber diluar Wuling, menyambut positif langkah besar Wuling ini. Meski diakui olehnya apa yang dilakukan Wuling bakal mendapat rintangan cukup besar.

Bebin Djuana

Diskusi Pintar FORWOT Indonesia 2017 menampilkan narasumber Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors Indonesia, dan Bebin Djuana, pemerhati otomotif nasional. Foto/FORWOT

Wuling Harus Siapkan Strategi Layanan After Sales dan Harga Terbaik

“Sulit tapi bukan tidak mungkin,” kata Bebin menanggapi rencana tersebut.

Menurutnya, Wuling perlu melakukan berbagai langkah strategis jika ingin mengambil hati konsumen Indonesia, antara lain; program aktivitas marketing yang agresif sangat diperlukan.

“Ini pernah terjadi di pasar kendaraan roda dua. Serbuan produk Cina saat itu cukup masif. Mereka tidak hanya menyedot satu atau dua persen, lima atau sepuluh persen kue di segmen roda dua, tapi lebih dari itu,” jelas Bebin.

Sayang kata Bebin saat itu motor merek-merek asal Cina tersebut tidak mendukung kehadiran mereka dengan berbagai fasilitas pelayanan after sales. Ini yang harus jadi perhatian utama Wuling kalau mau bersaing di Tanah Air.

“Kesiapan jaringan after sales penting, karena menjadi pertimbangan utama bagi konsumen di Indonesia. Selain juga tentunya perhatian di sektor inovasi produk itu sendiri. Karakter masyarakat Indonesia itu lebih dulu melihat sisi style. Mereka (konsumen) saat ini sudah sangat update dengan perkembangan desain terkini sebuah mobil,” lanjutnya.

Tantangan tersebut pun dijawab tunai oleh Wuling melalui Dian Asmahani. Menurutnya, kehadiran Wuling nantinya tidak sekadar berfikir soal jualan saja. Sebelum meluncurkan produknya, sudah ada 50 jaringan dealer di Indonesia yang siap memberikan pelayanan prima kepada konsumen yang menginginkan produk LMPV Wuling.

Bagi Bebin, karakter konsumen Indonesia itu memang cukup unik dibanding masyarakat Eropa yang dalam perkembangannya, saat memilih mobil mereka lebih memperhitungkan nilai kepraktisan dan fungsi sebagai poin utama.

Bebin Djuana

Bebin Djuana, pemerhati otomotif nasional. Foto/FORWOT

Hal terakhir yang juga menjadi kunci sukses nantinya Wuling di Indonesia adalah menyangkut soal harga. Menurut Bebin, rasionalitas menentukan harga terutama di segmen MPV yang sangat kompetitif, Wuling tidak boleh salah langkah.

“Harga sangat sensitif bagi konsumen di Indonesia. Kalau cuma beda 30-40 juta rupiah dibanding kompetitor, percuma. Apalagi kalau harganya lebih tinggi. Saya contohkan saat di Hyundai dulu, ketika mematok harga Sonata lebih tinggi dari Camry, akhirnya jualan Sonata mandek, padahal secara produk sangat bagus,” ucap Bebin mengakhiri sesinya.

Namun yang pasti, langkah nekat Wuling untuk tampil besaing di segmen dengan kue terbesar ini sangatlah positif. Utamanya karena memperkaya pilihan konsumen penggemar mobil keluarga. (Zie)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: tutus.subronto@icarasia.com

Related Posts