Home » Mobil » Ingin Membeli Innova Reborn? Simak Dulu Penyakit yang Sering Ditemui

Ingin Membeli Innova Reborn? Simak Dulu Penyakit yang Sering Ditemui

Toyota Innova Crysta (Foto: Autocar India)

JakartaToyota Kijang Innova Reborn memang punya tampilan yang cukup keren sebagai mobil keluarga. Tak heran juga kalau banyak masyarakat kepincut sama mobil buatan Indonesia satu ini. Selain punya tampilan modern, kenyamanan dari mobil ini juga terbilang sangat baik. Ruang kaki, ruang kepala, dan bahkan bagasinya pun sangat luas. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa Innova Reborn disukai banyak orang.

Sebagai mobil keluarga legendaris di Tanah Air, Kijang generasi keenam ini menjadi varian paling baru yang ada saat ini. Nama Innova sendiri sebenarnya pertama kali digunakan pada tahun 2004 silam. Di tahun 2015 lalu, PT Toyota Astra Motor (TAM) memperkenalkan mobil ini sebagai penerus dari keluarga Innova. Hasilnya? Mobil ini tetap digemari masyarakat Indonesia, terutama mereka yang pernah memakai Innova sebelumnya.

Mobil Keluarga Terfavorit

Innova Reborn ini hadir dengan berbagai fitur kekinian yang cukup banyak. Selain banyak fitur, Toyota juga memberikan kenyamanan dan performa mesin untuk bepergian jarak jauh. Profil pembelinya pun biasanya terdiri dari kalangan kelas menengah ke atas. Sayangnya, mobil bertampang keren ini kerap memiliki penyakit yang jarang diketahui oleh calon pengguna baru. Penyakit atau kekurangan Innova Reborn ini biasanya terjadi pada awal produksi saja.

Interior mobil memakai jok captain seat, photo: TAM
Interior mobil memakai jok captain seat, photo: TAM

Seiring berjalannya waktu, model ini tak lagi menimbulkan masalah yang berarti karena bengkel Toyota dengan sigap langsung menangani keluhan konsumen. Tapi mungkin sebagian orang ini bakal penasaran, penyakit apa aja sih yang biasanya ditemui pada Innova Reborn? Buat yang ingin membeli mobil berkapasitas 7 penumpang ini, langsung aja simak beberapa penyakit yang sering ditemuinya ini ya.

Penyakit Innova Reborn

Transmisi Jeduk

Pada saat awal kemunculannya, Toyota Kijang Innova Reborn kerap mengalami masalah pada bagian transmisinya. Transmisi akan terasa jeduk saat pengemudi menggunakan mode PWR. Sedangkan pada mode Normal dan Eco, gejala jeduk tersebut tidak terlalu terasa. Biasanya gejala ini akan sangat terasa pada saat mobil di gas kickdown hingga gas mencapai rpm tengah. Ketika pedal gas dilepas, transmisi ini kerap menimbulkan jeduk. Ini jelas merupakan hal yang sangat tidak nyaman.

Lalu, bagaimana solusinya? Biasanya pemilik akan membawa mobil ke bengkel resmi untuk diperiksa. Keluhan ini juga dapat dialami saat mobil hendak dipindahkan posisi transmisi dari P menuju R. Lalu, pada saat mobil sedang berjalan dan hendak berpindah gigi, akan terasa bunyi ‘duk’ saat sedang pindah gigi. Itu terjadi untuk transmisi otomatis. Lalu, bagaimana dengan transmisi manual? Biasanya pengemudi bakal merasakan sulit memindahkan gigi.

Toyota Kijang Innova, photo: istimewa

Penyakit transmisi Innova Reborn ini bisa lebih sering muncul di varian otomatis baik itu bensin atau diesel. Sebagian pengguna Innova pun menganggap bila ini adalah karakter transmisinya yang memang suka berbunyi jeduk. Untuk mengatasi hal ini, biasanya pihak bengkel resmi bakal menyarankan untuk reflushing oli transmisi supaya perpindahan giginya lebih lancar. Namun, pada Innova Reborn versi terbaru masalah tersebut sudah dapat teratasi.

Bunyi Dengung Transmisi

Karena saat pindah gigi terasa jeduk, penyakit lain yang sering ditemui adalah dengung di bagian transmisi. Biasanya gejala ini bakal terasa pada saat mobil sedang melaju di kecepatan 60-80 km/jam. Dengung akan terdengar dari arah belakang mobil. Salah satu akun pada Seraya Motor, Turboman mengatakan jika masih ada solusi mengatasi hal tersebut.

Solusi yang diberikan oleh akun tersebut adalah dengan melakukan penggantian oli gardan dan menambah oli transmisi matik. Karena kesal saat dibawa ke bengkel resmi tidak menemukan jawaban, ia pun membawa mobil kesayangannya ke bengkel spesialis oli. Di bengkel tersebut, ia disarankan untuk mengganti oli transmisi menggunakan ATF-WS merek Sainz.

Toyota Kijang Innova
Toyota Kijang Innova Reborn tetap jadi incaran, photo: TAM

Lalu oli gardan diganti dengan menggunakan merek Mobilube GL5 dengan viskositas SAE 80w-90. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penggantian tersebut perpindahan gigi menjadi sangat halus. Gejala jeduk pada saat memindahkan gigi juga tak lagi terasa. Dengung yang tadinya muncul saat di kecepatan tinggi pun tak lagi terdengar. “Sudah berulang kali dibawa ke Auto2000 di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Semua dibilang normal, karena saya bete saya bawa saja ke bengkel spesialis,” ujar akun tersebut.

Baut Engsel Sliding Jok Tengah Sering Lepas

Masalah lain yang biasanya ditemui pada Innova Reborn adalah seringnya baut engsel sliding pada jok tengah sering lepas. Baut-baut pada dudukan bangku tengah ini kedapatan sering terlepas dari posisinya. Sebenarnya ini adalah penyakit yang minor, akan tetapi masih dapat diatasi dengan diperbaiki sendiri.

Kabin mewah Innova (Toyota Indonesia)

Untuk memperbaiki hal ini, biasanya pemilik hanya perlu menurunkan bangku untuk mengeluarkan baut yang lepas. Setelah diturunkan, pemilik hanya perlu memasangnya kembali pada posisi semula dan memasang lagi bangku yang sudah dilepas. Hal ini bisa dilakukan sendiri jika tidak ingin membawanya ke bengkel resmi.

Filter Solar Bermasalah

Beberapa pengguna sempat mengeluhkan notifikasi untuk penggantian filter solar pada mobil Innova Reborn baru. Hal ini ditandai oleh munculnya notifikasi pada bagian instrument cluster yang membuat pemilik merasa tidak nyaman dengan adanya indikator tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata filter solar ditemui mengalami kerusakan. Ada 3 filter solar pada Innova Reborn bermesin Diesel. Yang pertama ada di bagian fuel tank, kedua pada bagian mesin dan ketiga ada pada commonrail.

Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya hanya dilakukan pembersihan pada filter solarnya. Menurut pihak bengkel resmi Toyota, notifikasi tersebut menyala disinyalir karena tekanan bensinnya berada di bawah titik standard. Titik standard yang diharuskan untuk tekanan tersebut mencapai 45 ribu psi. Sedangkan filter yang mengalami masalah biasanya berada di angka 33 ribu psi. Setelah ditelusuri, ternyata masalah ini disebabkan oleh kesalahan pemilik.

Mesin Diesel Toyota Innova (Foto: Youtube)

Mobil Diesel commonrail sudah seharusnya menggunakan bahan bakar berkualitas baik. Di Indonesia, Pertamina memiliki beberapa varian bahan bakar Diesel mulai dari Solar, Bio Solar, Dexlite dan Pertamina Dex. Pihak diler menyarankan kepada pemilik agar mengisi bahan bakar yang setara dengan Pertamina Dex. Namun, pemilik mobil Diesel ini banyak yang lalai dan mengisi bahan bakar dengan solar kualitas buruk.

Hal inilah yang membuat filter solar mengalami kerusakan akibat kotoran yang disebabkan dari buruknya bahan bakar yang digunakan. Kasus seperti ini kerap ditemui di beberapa Innova Reborn bermesin Diesel. Filter solar yang kotor juga bisa berdampak buruk pada injector. Injector yang kotor tidak akan bisa menyuplai debit bahan bakar sesuai dengan kemauan mesin. Jika sudah begini, injector wajib dilakukan kalibrasi ulang agar settingan kembali normal.

Mesin Bensin Boros dan Mesin Diesel Berisik

Bagi pengguna Toyota Kijang Innova Reborn, kedua mesin yang ditawarkan tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk mesin bensin, hal yang dikeluhkan adalah borosnya konsumsi bahan bakar dari mesin berkode 1TR ini. Mesin berkapasitas 1.998 cc, 4 silinder, DOHC, Dual VVT-I ini memiliki tenaga 138 hp dengan torsi 190 Nm. Bisa dibilang ini adalah mesin tua yang masih digunakan hingga hari ini oleh Innova sejak tahun 2004 silam.

Innova Venturer
Mesin Innova Reborn, photo: TAM

Mesin bensin ini bisa dibilang jadi salah satu mesin yang bandel, dengan performa yang cukup oke. Kelebihan dari mesin ini adalah tenaga yang cukup oke dari putaran bawah hingga atas. Lalu, bagaimana dengan mesin Diesel? Mesin Diesel yang digunakan memakai kode 2GD-FTV. Mesin tersebut berkapasitas 2.393 cc, 4 silinder, DOHC, VNT Intercooler.

Tenaga yang dihasilkan dari mesin Diesel ini mencapai 139 hp dengan torsi maksimal mencapai 450 Nm. Mesin baru ini menggantikan mesin lama, sehingga torsinya jauh lebih besar Mesin lama memakai kode 2KD-FTV dan yang baru memakai 2GD-FTV. Walaupun bertenaga besar, mesin ini dianggap memiliki kekurangan di bagian suara yang dihasilkannya. Suara dari mesin ini dirasa kasar bagi sebagian orang.

Innova Reborn Bekas Masih Jadi Primadona

Walaupun memiliki beberapa penyakit yang sudah disebutkan di atas, tetap saja masih banyak orang mencari Innova Reborn dalam kondisi bekasnya. Hal tersebut dikarenakan mobil ini dianggap memiliki banyak kelebihan. Diantaranya adalah ruang kabin yang lega, harga suku cadang yang terjangkau, dan mudahnya mencari spare part dimanapun berada. Selain itu, desain yang ditawarkan oleh mobil ini juga terbilang mewah.

Toyota Kijang
Kijang Innova generasi dua tampil lebih mewah. Foto/Istimewa.

Tak heran jika banyak pejabat, selebriti dan pengamanan kerap memakai mobil ini untuk dijadikan armada transportasi pribadi sehari-hari. Masih mau mengelak? Coba saja deh lihat mobil ini di jalanan, masih kelihatan gagah dan keren kok. Bagi pecinta modifikasi, harga modifikasi untuk mobil juga tak terlalu mahal. Sehingga cukup ramah untuk dilakukan modifikasi dari segi aksesoris.

Harga Aksesoris Terjangkau

Sebagai gambaran saja, di toko online ada yang menawarkan wood panel bagian dasbor. Harga yang ditawarkan pun mencapai Rp450 ribuan untuk aksesoris panel kayu di dasbor. Lain lagi dengan lis krom untuk gril radiator bagian bumper depan. Aksesoris ini dijual seharga Rp170 ribuan saja. Bagi kamu yang suka dengan warna krom, mungkin hal ini akan menjadi aksesoris yang dicari.

Modifikasi Innova
Modifikasi Innova karya Innova Community, photo: Innova Community

Lis kaca belakang warna krom juga dijual dengan harga cukup murah. Di toko online dijual dengan kisaran harga Rp260 ribuan saja. Untuk mempercantik tampilan mobil Toyota Kijang Innova Reborn rasanya tak terlalu sulit. Mengingat harga aksesorisnya pun tak terlalu mahal. Namun, pemasangan aksesoris yang berlebihan juga berpotensi merusak tampilan mobil. Makanya, bijak ya dalam memilih aksesoris yang bakalan dipasang.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga:

Harga Daihatsu Sigra Bekas, Tetap Stabil Tak Tergoyahkan

Previous post
Ulang Tahun ke-25, Ground Zero Rilis GZRC 165 Edisi Terbatas
Hasil Operasi Zebra
Next post
Operasi Patuh Jaya 2020, Pelanggar Didominasi Pengemudi Sepeda Motor