Tips dan Trik

Biang Kerok Bunyi NMax Kasar, Coba Cek Bagian Ini

Bunyi NMax kasar, Anda pun mulai bertanya-tanya dari mana asalnya. Kemudian pikiran juga dibikin bingung mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Untuk itu Carmudi akan mengajak Anda menemukan jawabannya lewat artikel ini.

Bunyi NMax Kasar

(Foto: Yamaha)

Ada pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”. Di muka bumi ini memang tak ada sesuatu yang sempurna sepenuhnya.

Jika berkaca ke dunia otomotif Tanah Air, kita bisa melihat contohnya dari produk yang laku keras, tapi di sisi lain ia juga menyimpan masalah.

Seperti kita tahu penjualan Yamaha NMax cukup laris di pasaran. Produk yang menjadi pionir motor matik berbodi gambot itu menawarkan banyak keunggulan. Mulai dari desain yang keren hingga mesin bertenaga.

Untuk diingat, skuter matik ini menggunakan lumbung pacu berkapasitas 155 cc yang bisa menghasilkan tenaga 14,8 Hp dan torsi 14,4 Nm. Dengan kemampuan tersebut, Yamaha NMax boleh jumawa jika harus berhadapan dengan rival terdekatnya, yaitu Honda PCX.

Sewaktu wakil Honda itu masih menggunakan mesin lama dengan kapasitas 149,3 cc, tenaganya hanya berada di angka 14,4 Hp dengan torsi 13,2 Nm. Selisih tipis, tapi tetap saja itu artinya lebih rendah.

Nah, sejarah Yamaha NMax sendiri bermula di Sirkuit Sentul, Bogor saat pertama kali diluncurkan tahun 2015.

Kehadirannya diiringi sejumlah terobosan, salah satunya penggunaan teknologi katup variabel yang Yamaha sebut sebagai Variable Valve Actuation (VVA). Apa fungsinya?

Intinya dengan teknologi ini mesin bisa menghasilkan tenaga lebih maksimal di setiap putaran sambil mempertahankan efisiensi bahan bakar. Prinsip kerjanya mirip dengan VTEC di mobil Honda atau VVTi di mobil Toyota.

Canggih, bukan? Walau begitu rupanya motor ini juga punya penyakit yang cukup khas, yaitu suara mesin kasar.

Harus diakui pada kondisi normal saja, mesin Yamaha NMax bukanlah yang paling halus. Untuk hal ini konsumen memang tidak bisa berbuat banyak.

Tapi di luar hal tersebut, ada jenis-jenis kerusakan yang bisa membuat suara mesin Yamaha NMax jauh lebih kasar. Bentuk bunyinya seperti menandakan adanya komponen metal yang saling beradu di dalam mesin.

Penyebab Bunyi NMax Kasar

VVA Yamaha NMax

VVA Yamaha NMax. (Foto: Federal Oil)

Carmudi coba mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyebab bunyi NMax kasar. Diketahui, rupanya ada beberapa penyebab. Tergantung dari mana sumber suara kasar itu berasal, dari depan atau belakang.

Maksudnya, dari depan berarti suara berasal dari area mesin. Sedangkan dari belakang berasal dari area Continuously Variable Transmission (CVT).

Pertama-tama kita coba bahas masalah suara yang berasal dari mesin. Apa saja yang harus dicek?

  1. Bearing Noken As Oblak

Nah, komponen ini cukup sering menjadi biang kerok suara mesin Yamaha NMax menjadi kasar.

Seperti diketahui, noken as memiliki dua buah bearing atau laher, besar dan kecil. Ada kalanya bearing tersebut longgar alias oblak.

Umumnya bearing yang sering mengalami masalah demikian adalah bearing kecil yang menempel pada kepala silinder.

Bearing yang oblak tidak direkondisi. Kalau memang masalahnya berasal dari sini berarti mau tak mau harus ganti komponen baru.

Untungnya harga bearing noken as NMax masih bisa dibilang terjangkau. Bearing yang kecil harganya antara Rp30 ribu sampai Rp45 ribu. Sementara itu bearing yang besar harganya sekitar Rp70 ribu sampai Rp75 ribu.

  1. As Pelatuk Klep Aus

Bearing noken as oblak bukan satu-satu sumber masalah bunyi NMax kasar. Selain itu, diketahui pula stut atau as pelatuk klep alias rocker arm yang aus juga sering menjadi sumber bunyi.

Permasalahan ini umumnya dipicu kebiasaan pengguna yang sering telat mengganti oli mesin kendaraannya. Lebih parah lagi jika ternyata mesin sampai benar-benar kehabisan oli.

Dalam kondisi demikian, as pelatuk klep akan terkikis atau aus. Dengan begitu akhirnya posisi as dengan bearing-nya menjadi longgar.

Sama seperti halnya bearing noken as, ada baiknya mengganti komponen ini dengan yang baru setelah terbukti menjadi sumber masalah.

Harganya cukup bersahabat di kantong, yaitu sekitar Rp20 ribu sampai Rp25 ribu.

  1. Pelatuk Klep Rusak

Kondisi paling buruk adalah jika pelatuk klepnya ikut rusak. Disebutkan di awal bawah NMax mengadopsi teknologi VVA. Pelatuk klep dijual satu set dengan harga cukup menguras kantong, yaitu sekitar Rp400 ribuan.

Setelah melihat potensi masalah yang berada di bagian mesin, mari beralih ke area CVT. Di sini juga ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bunyi NMax kasar.

  1. BearingGearbox Aus

Untuk masalah ini biasanya suara yang ditimbulkan adalah dengungan ketika motor sedang melakukan deselerasi. Hal itu disebabkan gigi rasio yang renggang. Selain itu celah antara mata gigi juga jadi tak presisi lagi sehingga menimbulkan bunyi kasar.

  1. Roller Peyang

Seiring penggunaan maka roller CVT kondisinya bisa menurun. Dari yang awalnya bulat menjadi peyang. Jika kondisinya demikian juga bisa menimbulkan suara kasar di bagian CVT.

Kerusakan roller juga akan diikuti dengan menurunnya performa motor. Contohnya tenaga yang tersendat-sendat ketika sedang digas.

  1. Sabuk V-Belt Kendur

Sabuk v-belt yang kendur juga akan menimbulkan suara kasar. Semacam rantai yang longgar. Sebab komponen ini mengalami gesekan dengan tutup CVT atau crankcase.

  1. Mangkuk Kopling

Lain cerita kalau bunyi yang dihasilkan berupa decitan. Kemungkinan besar masalah tersebut disebabkan perekat yang terdapat di mangkuk kopling sudah kehilangan kekuatan rekatnya.

Kesimpulan

Dari informasi yang dikumpulkan, bunyi NMax kasar sebagian besar memang berasal dari area mesin. Utamanya bagian bearing noken as yang longgar atau pelatuk klep yang bermasalah.

Uniknya masalah seperti ini bukan hanya dialami oleh pemilik motor NMAx. Namun juga skuter Yamaha lain yang sama-sama menggunakan teknologi VVA. Upaya perbaikan sangat mungkin dilakukan di bengkel resmi atau umum.

Di samping itu, penting bagi pemilik untuk benar-benar mengidentifikasi sumber masalah dengan benar. Sebab masalah bunyi yang timbul juga bisa berasal dari bagian CVT.

Hal ini bisa dibedakan dari jenis suara yang terdengar ataupun gejala yang terasa ketika motor sedang dikendarai.

Jika dilihat lebih luas lagi, masalah-masalah tersebut pasti ada sebabnya. Mulai dari kelalaian pengguna untuk mengganti oli dan melakukan perawatan rutin. Atau memang kualitas komponennya yang kurang mumpuni.

Oli Yamaha NMax

(Foto: Yamaha)

Mereka yang memiliki Yamaha NMax mungkin sudah paham bahwa skuter matik ini cukup boros untuk penggunaan pelumasnya.

Bahkan sampai-sampai muncul julukan motor “vampir oli”. Maka itu tak ada salahnya untuk melakukan penggantian pelumas lebih awal dari jadwal yang direkomendasikan pabrikan.

Jika menurut buku panduan intervalnya adalah 3.000 km, tak ada ruginya melakukan penggantian di interval 1.500 mm atau bahkan kurang dari itu. Olinya bisa menggunakan pelumas pabrikan, yaitu Yamalube Super Matic 1 liter seharga Rp 60 ribuan.

Harga tersebut tentu lebih murah dibanding ongkos ditambah waktu yang harus dikorbankan jika mesti bongkar mesin untuk masalah-masalah tadi.

Baca Juga:

Penulis: Mada Prastya

Editor: Dimas

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts