ProdukReviewsSepeda motor

Test Ride Royal Enfield Himalayan, Cocok Dijadikan Teman Harian

Jakarta – Menjadi satu-satunya sepeda motor dual purpose di line up Royal Enfield, Himalayan tentunya menawarkan sesuatu yang berbeda. Selain memiliki ground clearance dan tampilan yang berbeda, sepeda motor ini juga memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya cocok untuk dijadikan sebagai teman berkendara.

Carmudi Indonesia beberapa waktu lalu berkesempatan untuk mencicipi Royal Enfield Himalayan. Lantas, seperti apa impresi dan performa yang dihasilkan oleh sepeda motor buatan India ini? Secara tampilan, motor ini menurut kami memiliki desain yang biasa saja, bahkan cenderung kurang menarik.

Royal Enfield Himalayan

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Hal tersebut dikarenakan bentuk chassis dan bagian depan dari motor ini terlihat kurang menarik. Ada beberapa hal yang membuat motor ini menjadi kurang menarik. Mulai dari lampu depan, spatbor depan hingga bagian belakangnya yang dinilai cukup aneh bagi sebagian tim Carmudi.

Tetapi, permasalahan ini hanyalah masalah selera setiap orang. Ada yang menyukai motor dual purpose dan tidak sedikit juga yang kurang menyukai motor dual purpose. Sejujurnya, motor ini memang kurang sedap dipandang jika baru pertama kali melihatnya. Tapi, setelah Anda merasa klop dengan motor ini, Anda akan merasa jika motor ini sebenarnya memiliki desain yang cukup oke.

Desain Royal Enfield Himalayan

Royal Enfield Himalayan ini memiliki tampilan instrumen cluster yang bisa dibilang cukup sederhana. Tetapi, informasi yang ditampilkan benar-benar dibutuhkan oleh pengendara. Mulai dari kapasitas bahan bakar, suhu udara luar, trip A dan B, penunjuk kecepatan, RPM, dan yang terakhir ada kompas. Ya, kompas sebagai penunjuk arah.

Sebagai motor yang diciptakan untuk keperluan adventure, Royal Enfield Himalayan dibekali dengan kompas. Kompas ini difungsikan untuk memudahkan pengemudi mengetahui arah mata angin sebagai penanda. Sedangkan instrumen digital yang memberikan info soal jarak tempuh dapat diatur melalui tombol bulat yang berada tepat di atas letak kompas.

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Sebagai motor dual purpose, Royal Enfield Himalayan ini memiliki postur yang tinggi. Test rider Carmudi dengan tinggi 172 cm masih harus berjinjit pada saat motor berhenti dengan kondisi berkendara sendiri. Tetapi, jika digunakan untuk berboncengan, suspensi belakang akan turun dan pengemudi mampu menapakkan kaki dengan mantap. Ibaratnya, begitu dipakai boncengan suspensinya langsung amblas.

Salah satu yang cukup menarik adalah livery tulisan Himalayan yang ada di beberapa bagian. Seperti di bagian tangki, sepatbor belakang dan cover penutup di bagian kiri-kanan dekat bawah jok. Tulisan yang terdapat di tangki dan sepatbor ini hadir dengan model emboss yang timbul ke arah luar. Hal ini menggambarkan kesan mewah, karena pada saat disentuh tulisan Himalayan ini cukup terasa.

Mesin Royal Enfield Himalayan

Sedikit membahas soal mesin, motor ini memiliki mesin berkapasitas 411 cc, 1 silinder berpendingin udara, SOHC. Mesin tersebut sanggup mengeluarkan tenaga hingga 24,5 hp dengan torsi maksimal di angka 32 Nm. Mesin ini menjadi mesin yang berada di tengah-tengah diantara semua line up Royal Enfield.

Pasalnya, Royal Enfield Himalayan sebelumnya menawarkan mesin dengan kapasitas 350 cc dan 500 cc. Di Royal Enfield Himalayan ini menggunakan mesin 411 cc. Kembali ke mesin. Karakter mesin yang dimiliki oleh Himalayan ini bisa terbilang cukup halus suaranya jika dibandingkan dengan semua mesin Royal Enfield yang dijual di Indonesia.

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Getaran yang dihasilkan oleh mesin ini juga dapat diminimalisir dengan baik. Berbeda dengan model Royal Enfield yang lain yang memiliki getaran yang cukup besar. Bagi yang belum pernah mengendarai Royal Enfield, karakternya memang memiliki getaran cukup besar. Hal tersebut dikarenakan mesinnya hanya satu silinder. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan.

Suspensi Royal Enfield

Royal Enfield Himalayan ini dibekali dengan suspensi depan teleskopik berukuran 41 mm yang cukup tinggi. Sedangkan di bagian belakang memakai suspensi monoshock dengan linkage yang dapat diatur kekerasannya sesuai selera. Secara karakter, kedua suspensi ini cukup empuk pada saat digunakan melibas kontur jalan bergelombang. Suspensi depan benar-benar empuk, memberikan kenyamanan yang cukup baik.

Saat digunakan sendirian, suspensi belakang terasa cukup keras. Namun, hal itu masih diimbangi dengan jok yang sangat empuk. Jok pengemudi dan penumpang benar-benar sangat empuk dan nyaman. Jok ini dilapis menggunakan kulit nappa yang cukup memanjakan pengemudi, terutama pada saat melakukan perjalanan jauh. Kenyamanan ini juga ditunjang dengan posisi berkendara yang rileks.

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Posisi setang yang lebar membuat badan duduk dengan posisi yang sigap. Tetapi, hal ini tidak membuat si pengendara cepat pegal. Karena posisi duduk antara kaki, punggung dan tangan benar-benar tidak cepat pegal. Ergonomisnya tergolong cukup baik untuk sepeda motor ini.

Kapasitas Tangki

Royal Enfield Himalayan dibekali dengan tangki berkapasitas 15 liter. Jadi, bagi Anda yang gemar melakukan perjalanan jauh tak perlu khawatir untuk sering mampir ke SPBU. Konsumsi bahan bakar dari motor ini juga termasuk ke dalam kategori irit. Mengapa kami berkata demikian? Sebagai perbandingan, dengan bahan bakar Pertamax yang sudah diisi penuh motor ini mampu digunakan selama 5 hari non stop.

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Saya yang menggunakan motor ini juga sempat takjub,”Moge tapi kok lumayan irit juga ya”. Di hari pertama, saya menggunakan motor ini untuk berkeliling daerah Depok. Selanjutnya saya gunakan untuk berkeliling mulai dari Ciledug, Semanggi, Depok, Kalibata hingga Kemayoran.

Minim Fitur

Sebagai motor dengan mesin besar, Himalayan ini termasuk ke dalam golongan moge yang minim fitur. Mesin memang sudah menggunakan model injeksi, tetapi fiturnya benar-benar sederhana. Salah satu fitur yang menurut kami menjadi kelebihannya adalah kompas yang terletak di bagian instrumen cluster. Kompas ini mampu memberikan informasi mengenai arah yang hendak dituju oleh pengendara.

Impresi Berkendara Royal Enfield Himalayan

Posisi duduk yang diberikan motor ini cukup nyaman. Posisi tangan yang memegang setang dirasa sangat rileks. Jok yang empuk juga menambah kenyamanan dari penggunanya. Tak hanya itu, kemudahan menggapai tombol yang ada di bagian kiri dan kanan juga cukup mudah. Menekan tombol sein, lampu, starter hingga klakson cukup mudah diraih.

Karakter mesin memang cukup bergetar hebat pada saat mesin dinyalakan. Kemudian pada saat dibawa, getaran dari motor ini tak begitu terasa dibandingkan dengan line up Royal Enfield yang lainnya. Ya, getaran ini cukup berkurang dan ini menjadi improvement hebat yang dilakukan oleh Royal Enfield India.

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Kopling yang ada terasa berat, dan cepat membuat tangan sebelah kiri cepat lelah. Memang, sebagai salah satu moge motor ini tentu memiliki kopling yang cukup berat. Suara motor ini justru tidak memberi kesan sebagai motor mahal atau motor besar. Suara knalpot yang dihasilkan justru dirasa mirip dengan motor 250 cc yang ada di Indonesia. Mirip Scorpio suaranya!

Tenaga yang dihasilkan Royal Enfield Himalayan pada mesin putaran rendah cukup galak. Torsinya besar, khas mesin satu silinder. Hentak sedikit, langsung ngacir! Untuk ukuran moge, sebenarnya performanya cenderung biasa saja. Wajib diingat, motor ini bukanlah motor yang digunakan untuk ngebut atau kecepatan tinggi. Maka dari itu, jangan berharap banyak pada saat motor ini diajak ngebut. Tapi kalau untuk ‘petakilan’ di trek bertanah, asyik bro!

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Impresi Pengereman Royal Enfield Himalayan

Tapi, untuk diajak berlari kencang juga bisa. Pengereman juga sudah didukung dengan cakram buatan ByBre di bagian depan dan belakang. Rem depan cukup menggigit, sedangkan belakang cenderung halus. Menurut kami, ada beberapa kekurangan yang ada pada Royal Enfield Himalayan ini. Himalayan sayangnya belum dibekali dengan lampu LED DRL di bagian depan dan belakang. Kekurangan lainnya adalah model anak kunci yang biasa dan belum dilengkapi dengan immobilizer.

Lampu depan dan belakangnya masih menggunakan bohlam halogen. Bagi sebagian orang, tentu hal ini cukup mengecewakan. Karena motor matik terbaru yang ada di Indonesia dengan kisaran Rp 15-20 jutaan sudah dibekali dengan lampu LED. Dengan harga Rp 94 jutaan, masa iya lampunya belum memakai LED. Panas mesin yang dihasilkan juga bisa dibilang minim pada saat dibawa berkendara.

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Namun pada saat macet, bagian paha kanan akan terasa hangat dan cukup gerah. Tetapi, hal ini masih dapat ditolerir dengan baik pada saat motor sedang melaju dan paha bisa langsung dingin lagi. Overall, motor Royal Enfield Himalayan ini cukup layak untuk dijadikan teman berkendara sehari-hari. Bahan bakar yang irit, posisi duduk yang sangat nyaman membuat Himalayan cocok untuk menerabas kemacetan di kota Jakarta.

Tapi ingat, koplingnya lama-kelamaan cukup berat pada saat motor melewati kemacetan. Jadi, harus sabar-sabar dan kuat yaa.

Royal Enfield Himalayan

Royal Enfield Himalayan, Foto: Badjora

Data Spesifikasi Royal Enfield Himalayan

Mesin

Silinder Tunggal, 4-tak, SOHC, didinginkan udara, 411 cc, 24.5 bhp @ 6500 rpm,
32 Nm @ 4250 rpm

Chassis

  • Bingkai Setengah Duplex Split Cradle
  • Suspensi Depan: Teleskopis, Jeruji 41 mm, pergerakan poros roda 200 mm
  • Suspensi Belakang: Suspensi tunggal dengan Linkage, pergerakan poros roda 180 mm

Rem dan Ban

  • Ban Depan: 90/90-21
  • Ban Belakang: 120/90-17
  • Rem Depan: Cakram 300 mm, Kaliper Mengambang 2-Piston
  • Rem Belakang: Cakram 240 mm, Kaliper Mengambang 1-Piston

Dimensi

  • 2190 mm x 840 mm x 1360 mm
  • Kapasitas Bahan Bakar: 15 +/- 0.5 Ltr
  • Berat Kosong: 191 Kg
  • Jarak Bagian Terbawah ke Tanah: 220 mm

Kelistrikan

12 Volt – DC, Baterai: 12 Volt, 8 Ah

Rizen Panji

Hobinya menghabiskan bahan bakar di akhir pekan. Dan pastinya tergila-gila dengan mobil tua apalagi mobilnya model pintu dua. Oiya, dirinya juga senang melihat interior mobil yang sangat rapih dan bersih, lho!

Related Posts